Hindari Tawuran Di Lapangan HAM, DPRD Minta Polisi Dan Satpol PP Proaktif

  • Bagikan

 

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Guna menghindari terjadinya tawuran yang sudah beberapa kali terjadi di lapangan Haji Adam Malik (HAM), DPRD Kota Pematangsiantar meminta agar pihak kepolisian dan Satpol PP proaktif melakukan patroli.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, dimana dua kelompok pelajar SMK dan SMP, tawuran akibat salah satu kelompok kalah taruhan saat bermain bola di lapangan HAM, Jumat (12/3) sore dan pengeroyokan terhadap seorang remaja saat joging bersama teman-temannya di sekitar lapangan HAM, Senin (15/3) sore, yang mengakibatkan remaja itu mengalami luka di hidung dan mulut serta mengeluarkan darah.

“Kita meminta aparatur Pemko melalui Satpol PP dan Badan Kesbangpol serta aparat kepolisian segera melakukan operasi untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Situasi aman harus dapat diwujudkan di lapangan HAM dan kawasan lainnya di Pematangsiantar. Kita berharap tidak terjadi lagi tawuran,” harap Ketua Ketua Komisi I DPRD Andika Prayogi Sinaga ketika diminta komentarnya tentang kejadian di lapangan HAM..

Menurut Andika, rasa aman itu dapat diciptakan Pemko dan Polres, salah satunya dengan cara razia identitas atau razia KTP. “Lebih proaktif dengan situasi dan kondisi saat ini.”

“Menjaga ketenteraman dan rasa aman di lapangan HAM cukup penting dilakukan pemerintah dan kepolisian. Sebab, bila ada aksi kekerasan dibiarkan dan sering terjadi di sana, akan membuat masyarakat takut berkunjung ke lapangan HAM,” tegas Andika.

Karena saat ini, imbuh Andika, tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan lapangan HAM sebagai ruang interaksi keluarga, ruang berolahraga sore maupun pagi, sebagai ruang ekonomi, tempat refresing dan lainnya.

“Jangan sampai, warga dirugikan, karena banyak manfaat dari lapangan itu. Intinya, kita harus mengayomi para remaja agar terhindar dari kekerasan,” harap Andika.

Secara terpisah, menurut Ketua MPC Pemuda Pancasila Pematangsiantar Ronald Darwin Tampubolon, tawuran dan aksi pengeroyokan bukan semata tanggung jawab pemerintah dan pihak kepolisian. “Namun, hal itu menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.”

“Untuk itu, kita sangat berharap agar para orangtua dan guru lebih memperhatikan lagi anak-anaknya, dengan meningkatkan pengawasan terhadap anak. Apalagi, saat ini masa pandemi Covid-19,” harap Wakil Ketua DPRD dan Ketua Partai Hanura Pematangsiantar itu.

Menurut Ronald, tingkat kenakalan remaja sangan dikhawatirkan, akibat kurangnya pengawasan dari orangtua dan guru di sekolah. “Dimana, sudah satu tahun anak didik tidak masuk sekolah (tatap muka), hingga anak-anak remaja, khususnya tingkat SMA dan SMK, saat ini sangat perlu diawasi.”

Dengan kondisi saat ini, Ronald mengharapkan aparat kepolisian dan Satpol PP agar lebih meningkatkan patroli di tempat keramaian. “Seperti di pasar, plaza, taman bunga (lapangan Merdeka), termasuk lapangan HAM, yang sering digunakan sebagai tempat mangkal para remaja.”(a28/C).

Keterangan foto:

Ketua Komisi I DPRD Kota Pematangsiantar Andika Prayogi Sinaga yang diminta komentarnya, Senin (15/3), mengharapkan aparat Pemko Pematangsiantar melalui Satpol PP dan kepolisian proaktif melakukan patroli untuk menghindari tawuran seperti yang baru saja terjadi dan baru-baru di lapangan Haji Adam Malik.(Waspada-Edoard Sinaga).

Keterangan foto:

Ketua MPC PP Ronald Darwin Tampubolon (tiga kanan) yang dihubungi Senin (13/3) menyebutkan tawuran dan pengeroyokan yang terjadi di lapangan Haji Adam Malik yang baru saja terjadi dan baru-baru ini, bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan kepolisian, tapi tanggung jawab seluruh masyarakat.(Waspada-ist).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *