Himpitan Ekonomi, Ibu Rumah Tangga Nekat Jadi Bandar Sabu Di Deliserdang - Waspada

Himpitan Ekonomi, Ibu Rumah Tangga Nekat Jadi Bandar Sabu Di Deliserdang

  • Bagikan
Wakasatres Narkoba Polresta Deliserdang, AKP Freddy Siagian dan lainnya saat memperlihatkan barang bukti dan tersangka. (Waspada/Edward Limbong).
Wakasatres Narkoba Polresta Deliserdang, AKP Freddy Siagian dan lainnya saat memperlihatkan barang bukti dan tersangka. (Waspada/Edward Limbong).

 

DELISERDANG (Waspada): Seorang ibu rumah tangga berinisial Si alias Sur, 41, warga lingkungan I, Gang Amri, Desa Deli Tua Barat, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang yang diduga menjadi bandar sabu, diamankan oleh personel Satresnarkoba Polresta Deliserdang, pada Kamis (8/7).

Sur mengaku nekat menjadi bandar narkoba karena himpitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama tiga orang anaknya.

                                             

“Tersangka merupakan ibu rumah tangga, dia menjalani profesinya (bandar sabu) masih hitungan bulan. Dia mengakui karena faktor himpitan ekonomi untuk membiayai tiga orang anak karena dia sudah pisah ranjang dengan suaminya,” kata Kasatres Narkoba Polresta Deliserdang Kompol Ginanjar Fitriadi melalui Wakasatres Narkoba Polresta Deliserdang, AKP Freddy Siagian kepada wartawan, Jumat (16/7) di Mapolresta Deliserdang.

Freddy menjelaskan, kronologis pengungkapan itu berawal pada Kamis 8 Juli 2021 sekitar pukul 23:00 WIB petugas melakukan penyelidikan di Lingkungan I, Gang Amri, Desa Deli Tua Barat, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang. Setelah mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang berada di rumah dan selanjutnya petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka.

“Jadi sebelum dilakukan penangkapan tersangka yang sudah mengetahui kedatangan petugas dan langsung membuang barang bukti tersebut ke dalam parit dekat rumahnya. Kemudian petugas memerintahkan tersangka untuk mengambil kembali,” kata Freddy.

“Jadi barang bukti yang diamankan narkoba jenis sabu seberat 31,33 gram terdiri dari 5 paket yang dikemas plastik klip transparan seberat 23,56 gram ditambah 48 paket kecil dikemas pada plastik klip transparan seberat 8,45 gram,” tambah Freddy.

Lebih lanjut Freddy mengatakan pihaknya pun melakukan interogasi dan tersangka pun mengakui barang bukti tersebut miliknya yang diperoleh dari seorang laki-laki yang berinisial In.

“Selanjutnya petugas melakukan pengembangan kasus ke alamat In namun petugas tidak menemukan dan kini ini In masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” sebutnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka dijebol ke sel tahanan Satresnarkoba Polresta Deliserdang. “Tersangka masih menjalani pemeriksaan yang dijerat melanggar pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 UU-RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” tegas Freddy. (a16).

 

  • Bagikan