Hendak Ikut Aksi Unjuk Rasa Di Siantar, Puluhan Pelajar Diamankan Polisi

Hendak Ikut Aksi Unjuk Rasa Di Siantar, Puluhan Pelajar Asal Simalungun Diamankan Polisi

  • Bagikan
Puluhan remaja saat menjalani pembinaan di halaman Mako Polsek Bangun, Senin (12/10) petang. Hendak ikut aksi unjuk rasa di Siantar, puluhan pelajar asal Simalungun diamankan Polisi. Waspada/Ist
Puluhan remaja saat menjalani pembinaan di halaman Mako Polsek Bangun, Senin (12/10) petang. Hendak ikut aksi unjuk rasa di Siantar, puluhan pelajar asal Simalungun diamankan Polisi. Waspada/Ist

SIMALUNGUN (Waspada): Hendak ikut aksi unjuk rasa di Siantar, sebanyak 60 orang remaja, umumnya masih berstatus pelajar asal dari Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, terjaring operasi Yustisi 2020 Polsek Bangun, Polres Simalungun, Senin (12/10).

Seyogianya, puluhan pelajar tersebut berniat ikut dalam aksi unjuk rasa ke kota Pematangsiantar menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Namun niat mereka tidak kesampaian, karena dump truk yang membawa para pelajar itu distop diperjalanan tepatnya di depan kantor Polsek Bangun Jalan Asahan Km 16,5-17 Nagori Bangun.

Puluhan remaja saat menjalani pembinaan di halaman Mako Polsek Bangun, Senin (12/10) petang. Hendak ikut aksi unjuk rasa di Siantar, puluhan pelajar asal Simalungun diamankan Polisi. Waspada/Ist
Puluhan remaja saat menjalani pembinaan di halaman Mako Polsek Bangun, Senin (12/10) petang. Hendak ikut aksi unjuk rasa di Siantar, puluhan pelajar asal Simalungun diamankan Polisi. Waspada/Ist

Kapolsek Bangun AKP LS Gultom, mengatakan puluhan remaja yang umumnya masih berstatus pelajar kelas 2 dan 3 setingat SMA itu terjaring dalam operasi Yustisi 2020 Polsek Bangun guna pendisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakat dalam adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemik Covid-19.

“Awalnya saat melaksanakan kegiatan Operasi Yustisi 2020, petugas melihat satu mobil dump truk dan memberhentikannya. Ternyata mobil tersebut berpenumpang puluhan remaja di dalamnya. Melihat hal itu, saya langsung meminta supir dump truk untuk masuk ke halaman Mako Polsek Bangun guna meminta keterangan,” ucap Kapolsek.

Para remaja tersebut disuruh turun dan mereka dinilai sudah melanggar protokol kesehatan dalam antisipasi penyebaran Covid-19,  karena mereka sudah tidak lagi menjaga jarak dan banyak yang tidak pakai masker.

Puluhan remaja saat menjalani pembinaan di halaman Mako Polsek Bangun, Senin (12/10) petang. Hendak ikut aksi unjuk rasa di Siantar, puluhan pelajar asal Simalungun diamankan Polisi. Waspada/Ist
Puluhan remaja saat menjalani pembinaan di halaman Mako Polsek Bangun, Senin (12/10) petang. Hendak ikut aksi unjuk rasa di Siantar, puluhan pelajar asal Simalungun diamankan Polisi. Waspada/Ist

Ketika satu persatu dimintai keterangan, para remaja tersebut menjelaskan bahwa mereka akan melakukan aksi unjuk rasa di Kota Pematangsiantar. Namun ketika ditanya apa yang akan dituntut dalam aksi unjuk rasa tersebut, justru mereka tidak mengetahuinya.

AKP LS Gultom menjelaskan, dari pengkuan para remaja tersebut mereka mendapat ajakan melalui media sosial dengan pesan dari massanger untuk ikut melakukan aksi unjuk rasa di Kota Pematangsiantar.

Sedangkan supir dump truk kepada petugas mengungkapkan bahwa seyogianya dia akan menuju Tanahjawa untuk mengangkut barang. Namun saat sampai di daerah Perdagangan, mobilnya dihadang puluhan remaja tersebut sembari meminta dibawa ke Pematangsiantar.

“Untuk semua remaja yang kita amankan berjumlah enam puluh remaja, semua kita ambil data dirinya dan kita panggil orang tua mereka. Kepala sekolah atau perwakilan juga diundang untuk dikasi penjelasan serta pembinaan kepada anak-anak remaja tersebut agar tidak ikut-ikutan melakukan aksi unjuk rasa, karena saat ini kita masih mengalami pandemik Covid-19,” kata Kapolsek.

Kepada masyarakat juga dihimbau untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dan melawan Covid-19, dengan rajin mencuci tangan, meggunakan masker serta menjaga jarak.

“Semua ini kita lakukan untuk kepentingan kita bersama, semoga pandemik ini segera berakhir dan kita dapat melaksanakan aktifitas seperti biasa,” tandas AKP LS Gultom.(a27)

 

 

  • Bagikan