Hen Sihombing : Mendukung Pasar Relokasi

  • Bagikan

SERDANGBEDAGAI (Waspada): Sebagai komunitas pemerhati peduli masyarakat Serdang Bedagai, Hen Sihombing (Babiat), sangat mendukung yang namanya Pasar relokasi. Namun Pekan Lelo jangan ditutup, biarlah mereka berjualan seperti biasanya. Ungkapnya, di Sei Rampah Sabtu (27/11).

“Saya ini tidak ada mendapatkan keuntungan material sedikitpun dari pemilik Pekan Lelo, pedagangnya ataupun dari pihak Pemkab, saya juga bukan mau cari popularitas dan saya juga bukan mau calon legislatif, namun hati nurani saya terpanggil akibat beberapa pekan belakangan ini sering terjadi ricuh antara pedagang dengan Satpol PP di Pekan Lelo Firdaus. Makanya saya mau angkat bicara” ucap pelopor pemekaran Kabupaten Serdang Bedagai.

Seperti yang disampaikan para pedagang Pekan Lelo, bahwa mereka bersedia untuk di relokasi akan tetapi, aktivitas Pekan Lelo dapat berlanjut sebagaimana biasanya yaitu, pada hari Minggu dari siang sampai sore, katanya.

Mengingat pedagang Pekan Lelo bersedia direlokasi ke Pasar relokasi yang baru, dengan harapan jangan hari Minggu, disini perlu pertimbangan-pertimbangan yang matang, terangnya.

Selanjutnya, prihal status kepemilikan lahan Pasar relokasi tersebut, Babiat yang juga dikenal sebagai mantan Bupati LIRA, sembari sedikit senyum mengatakan maaf yaa, saya juga sudah pernah sebagai Bupati di kabupaten ini, meskipun sebatas Bupati LIRA. Saya berharap, kiranya Pemkab sebagai yang mengayomi masyarakatnya berkenan memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya atas status lahan tersebut.

Mohonlah kiranya Pemkab berkenan memberikan penjelasan dan analisis tentang apa yang dimaksud dengan Pasar relokasi, dan apakah kondisi serta konstruksi yang ada saat ini sudah layak dikatakan sebagai Pasar relokasi yang baik, jika lahan tersebut tidak sebagai aset Pemkab apa urgensinya, merelokoasi kelahan yg bukan aset Pemkab, tanyanya dengan nada lembut.

Sebab menurut para pedagang mereka telah berpuluh tahun berjualan di Pekan Lelo tersebut dalam kondisi nyaman, yang mana menurut para pedagang, pemilik dari lahan tersebut tidak berkeberatan hingga saat ini, katanya.

Dari segi ekonomi kerakyatan kita sangat mendukung Pekan Lelo Firdaus tetap berjualan pada hari Minggu. Pekan Lelo tetap berjualan pada hari Minggu dan Pasar relokasi yang baru berjualan pada hari yang sama, itu sah-sah saja, kata mantan Bupati LIRA pertama di Kabupaten Sergai.

Kepada para pedagang Pekan Lelo Firdaus, tetaplah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan. Terhadap para pedagang Pasar relokasi yang baru bersainglah secara sehat dari segi dagang dan terus jaga ketertiban dan keamanan, ucap mantan aktivis pada masa peristiwa Malari atau Malapetaka 15 Januari 1974.

Babiat menyambungkan, masalah kemacetan di Jalinsum saat adanya Pekan Lelo di Firdaus, itu bukan hal yang baru, tergantung kedisiplinan para pengguna jalan, kalau gak disiplin para pengendara kendaraan ini bisa sebabkan kemacetan.

Babiat sangat berharap Kepada Pemkab, kericuhan yang terjadi di areal Pekan Lelo di Firdaus, segeralah dihentikan, jika kondisi ini berlarut-larut tidak tertutup kemungkinan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

“Kita sangat bermohon kepada Pemerintah sampaikanlah peraturan dengan cara petuah yang berbudi dan berbudaya sebab Kabupaten Serdang Bedagai merupakan Kabupaten yang bersemboyan Tanah Bertuah Negeri Beradat,” tuturnya.

Perlu diingat bahwa para pedagang Pekan Lelo juga termasuk pahlawan-pahlawan ekonomi kerakyatan, dan perlu kita bina dan dukung agar Kabupaten kita bisa, maju terus, tutupnya sembari mengangkat dua jempol. (cml).

Teks Poto : Komunitas pemerhati peduli masyarakat Serdang Bedagai, Hen Sihombing (Babiat), Sabtu, (27/11). Waspada/Muslim Lubis.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *