Waspada
Waspada » Heboh, Gadis Tua Bunuh Diri Di Depan SMPN 8 Pematangsiantar
Headlines Sumut

Heboh, Gadis Tua Bunuh Diri Di Depan SMPN 8 Pematangsiantar

Bunuh diri yang diduga dilakukan seorang gadis tua di rumahnya di Jl. Pane, Kel. Tomuan, Kec. Siantar Timur, Selasa (26/1) sekitar pukul 17:00, membuat warga sekitar dan yang melintas memenuhi depan SMPN 8 Kota Pematangsiantar. Heboh, Gadis Tua Bunuh Diri Di Depan SMPN 8 Pematangsiantar. Waspada/Edoard Sinaga
Bunuh diri yang diduga dilakukan seorang gadis tua di rumahnya di Jl. Pane, Kel. Tomuan, Kec. Siantar Timur, Selasa (26/1) sekitar pukul 17:00, membuat warga sekitar dan yang melintas memenuhi depan SMPN 8 Kota Pematangsiantar. Heboh, Gadis Tua Bunuh Diri Di Depan SMPN 8 Pematangsiantar. Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Seorang gadis tua, FS, 47, warga Jl. Pane, Kel. Tomuan, Kec. Siantar Timur, Selasa (26/1), sekitar pukul 17:00, diduga tewas akibat bunuh diri, membuat warga heboh di depan SMPN 8 Kota Pematangsiantar.

Korban pertama kali ditemukan kakak kandungnya Friska Situmorang, tergantung dengan seutas tali menjerat lehernya di plafon dapur rumah korban. Kakak korban mengetahui kejadian setelah pulang ke rumah, di mana saat ditinggalkan, korban sendirian di rumah.

Jeritan kakak korban setelah melihat adiknya yang sehari-hari berjualan jajanan anak-anak itu, tewas tergantung, membuat warga sekitar dan yang melintas di Jl. Pane, menjadi heboh dan langsung memenuhi sekitar jalan lokasi rumah korban gantung diri, yang persis di depan SMPN 8 itu.

“Mengapa begini Farida,” teriak salah satu keluarga korban, sambil menangis tersedu-sedu. Menurut pihak keluarga, korban sebelumnya pergi merantau dan akhirnya kembali dari perantauan

Pihak kepolisian dari Polsek Siantar Timur, dipimpin Kapolsek Iptu Rudi Panjaitan segera tiba di lokasi kejadian setelah mendapat informasi tentang korban yang tewas akibat gantung diri itu.

Korban segera diturunkan pihak kepolisian dari tempatnya gantung diri. Namun, ketika hendak dibawa ke RSUD dr. Djasamen Saragih untuk diotopsi, pihak keluarga langsung memohon agar korban jangan dibawa untuk diotopsi. Menurut keluarga korban, mereka tidak merasa curiga atas kematian korban.

Akhirnya, pihak kepolisian mengabulkan permohonan pihak keluarga setelah pihak keluarga membuat surat permohonan bermeterai agar korban tidak dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi dan pernyataan tidak keberatan atas tewasnya korban.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binangga Siregar melalui Kapolsek Siantar Timur membenarkan korban tewas akibat bunuh diri dan tidak dilakukan otopsi tentang penyebab tewasnya korban atas permohonan pihak keluarga, sedang penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, diduga depresi akibat tekanan ekonomi dan penyakit yang dideritanya tidak sembuh-sembuh. (a28/C).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2