Waspada
Waspada » Hasil Musda X Golkar Deliserdang Di Cadika Tak Sesuai Juklak
Sumut

Hasil Musda X Golkar Deliserdang Di Cadika Tak Sesuai Juklak

DELISERDANG (Waspada): Wakil Ketua Koordinasi Bidang Pemenangan Kelompok Strategis DPD Tingkat I Partai Golkar Sumut Muchrid Nasution menilai hasil Musyawarah Daerah (Musda) X, di Taman Pramuka Cadika Komplek Pemkab Deliserdang tidak sesuai juklak.

Musda yang menghasilkan Tengku Achmad Thalaa Syariful Alamsyah (Tengku Ameck) menjadi Ketua DPD Tingkat  II Partai Golkar Deliserdang periode 2020 – 2025 tidak sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) DPP Golkar Nomor:Juklak-2/DPP/Golkar/II/2020 tentang Musda dan rapat rapat Partai Golkar.

Hal itu dikatakan Muchrid Nasution, ketika dikonfirmasi Waspada, Minggu (13/9) sore. Dimana Muchrid mengakui bahwasanya dirinya sebagai Ketua Pimpinan Musda Lanjutan Sidang Pleno Ke IV sesuai tahapan di Wings Hotel, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (12/9).

Dilakukannya Musda Lanjutan Sidang Pleno Ke IV, dikatakan Muchrid karena mereka menganggap Musda X, di Taman Pramuka Cadika Pimpinan Sidang otoriter.

“Di pleno ke 4 itu, kita anggap pimpinan sidang (Musda) otoriter, dia hanya mengacu kepada satu aja (calon),” kata Muchrid.

Muchrid menjelaskan, sebenarnya dalam Tata Tertib (Tatib) bahwa benar jika terjadi dobel (dua) dukungan dinyatakan gugur.
“Betul kita akui itu. Tapi kalau surat dicabut apa itu tidak gugur (dukung semula) ?. Karena di rekomendasi 18 suara Pimpinan Kecamatan (PK) sudah mencabut dukungan,” jelasnya.

Dukungan yang dimaksud Muchrid yang sudah dicabut PK Golkar
yakni kepada Tengku Ameck dan dialihkan kepada Thomas Darwin Sembiring.

Disebutkannya, bahwa ada di Juklak nomor 2 tahun 2020 pada Pasal 27 tertuang jika ada dukungan dobel bahwa harus di konfirmasi fakta surat itu ke pembuat kemana sebenarnya tujuannya. Tapi hal Itu sebut Muchrid tidak dilakukan pimpinan sidang.

Dengan kondisi tersebut, Muchrid pun menilai ada yang sudah mengkondisikan situasi. Oleh sebab itu Muchrid yang mengaku sebagai pemegang mandat dari DPD Tingkat I Partai Golkar Sumut menilai pimpinan sidang tidak demokrasi.

Kemudian oleh dasar itulah, pihaknya meneruskan Musda di  Wings Hotel dengan sebutan pleno ke IV pemilihan Ketua. Dan kata Muchrid saat itu menghasilkan Thomas Darwin Sembiring jadi ketua secara aklamasi.

Ketika disinggung dasar dilakukannya Musda di  Wings Hotel dengan pleno ke IV pemilihan Ketua di Wings Hotel Muchrid menyebutkan, dirinya sebagai pemegang mandat Musda. “Dasarnya pleno, ya saya sebagai pemegang mandat satu, kemudian Ketua Penyelenggara ada sama disitu di Wings, Ketua SC ada disitu sudah lengkap,” jelasnya.

Ketua Penyelenggara dimaksud Muchrid yakni Thomas Darwin Sembiring dan Ketua Steering Committee (SC) Panitia Penyelenggara Musda X Partai Golkar Deliserdang, Zul Amri.

Muchrid pun menyebutkan, ketika ditanya Musda X, di Taman Pramuka Cadika yang menghasilkan Tengku Ameck menjadi Ketua DPD Tingkat II Golkar Deliserdang dan untuk yang langsung dipimpinnya sidang di Wings Hotel menghasilkan Thomas Darwin Sembiring jadi Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar Deliserdang secara aklamasi.

Maka selanjutnya, pihaknya akan membawa persoalan hasilnya tersebut ke Mahkamah Partai agar mengetahui mana yang betul mana yang salah. “Hasil ini kita bawa ke Mahkamah Partai. Mahkamah Partai lah menentukan mana yang betul mana yang salah,” ungkapnya.

Sementara sebelumnya, Tengku Achmad Thalaa Syariful Alamsyah yang akrab disapa Tengku Ameck, menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Deliserdang yang juga merupakan Sultan Serdang ke IX kembali terpilih secara aklamasi untuk periode ketiga menjadi Ketua DPD Tingkat  II Partai Golkar Deliserdang periode 2020-2025, pada Musda X, Sabtu (12/9), di Cadika Komplek Pemkab Deliserdang, Kecamatan Lubukpakam.

Ketua Pimpinan Sidang Musda Golkar Deliserdang X, dari DPD Tingkat I Partai Golkar Sumut H. Isma Padli Ardya Pulungan, ketika di konfirmasi saat itu menyampaikan, Musda yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. “Sidang yang kita lakukan tidak lari dari Juklak (petunjuk pelaksanaan), Juknis (Petunjuk Teknis) yang ditetapkan oleh DPP Partai Golkar. Kita merujuk dari itu Juklak dan Juknis,” katanya.

Padli juga menyampaikan bahwasanya, berdasarkan yang mendaftar untuk maju sebelum ditetapkan menjadi calon ketua ada sebanyak tiga orang kemudian satu orang atas nama Ok Arwindo mundur. “Tinggal dua yakni Darwin Sembiring dan Tengku Achmad Thalaa incumbent (petahana),” ujarnya.

Selanjutnya  sebut Padli, dilakukanlah tahapan verifikasi dukungan. “Jadi ketika kita verifikasi dimana tidak boleh dukungan ganda dan jelas itu aturan dan peraturannya. Maka setelah kita verifikasi Darwin mendapat dukungan yang sah 5 suara dan Ketua Ameck suara sah pas 9. Jadi naiklah statusnya (Tengku Ameck) dari bakal calon ke calon, atas dasar itulah kita tetapkan beliau calon yang menang secara aklamasi,” tandasnya.

Sedangkan pada saat pembukaan Musda di Taman Pramuka Cadika Komplek Pemkab Deliserdang
tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah (Ijeck), Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Golkar Wagirin Arman, Sekretaris Tingkat I DPD Partai Golkar Sumut, Amas Muda Siregar dan pengurus Tingkat I DPD Partai Golkar Sumut. (a16).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2