Hari Ke-7 Lebaran, Ribuan Pengendara Sepeda Motor Penuhi Kota Wisata Parapat
Atasi Macet Polres Pasang Barikade Pemisah Arus Jalan

  • Bagikan

PARAPAT (Waspada): Hingga memasuki hari ke – 7 Lebaran atau Minggu (8/5) antusias masyarakat berkunjung ke kawasan Pariwisata Super Prioritas Danau Toba, Parapat masih terlihat padat. 

Pengamatan Waspada, Minggu (8/5), sekira pukul 05.30, ribuan pengendara sepeda motor rata-rata dikemudikan kawula muda memasuki kawasan Pagoda dan kawasan Pesangerahan Bung Karno. Dengan suara knalpot yang bermacam ragam, membuat suasana kota wisata pada pagi hari itu menjadi bising berat. 

Para pengendara sepeda motor, bus pariwisata dan mobil pribadi memasuki pertigaan di kawasan Pagoda Parapat pada Minggu (8/5) subuh, yang menimbulkan suara knalpot hingar bingar dan kemacetan arus lalu lintas selama beberapa jam.(Waspada/Hasuna Damanik).

Pada saat itu, suasana kota wisata Parapat semakin ramai dan sesak, tidak hanya kenderaan roda dua, kawasan ini juga dipenuhi kenderaan bus pariwisata berbadan besar dan ribuan mobil pribadi yang sengaja datang secara berombongan untuk berwisata menikmati keindahan pemandangan di kota wisata Parapat. Keadaan ini sempat membuat arus lalu lintas menjadi macet total, karena para pengendara tidak lagi mematuhi rambu-rambu yang sudah ditetapkan, termasuk dengan adanya parkir sembarangan. 

Suasana macet berlangsung selama beberapa jam, bahkan ribuan pengendara sepeda motor yang akan masuk ke kawasan Pagoda, terpaksa melewati trotoar dan mengganggu para pejalan kaki yang sedang berolah raga. Namun, kemacetan dapat diatasi setelah beberapa petugas polisi dan pemuda setempat turun tangan mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Pagoda tersebut.

Andi, 23, warga Tebingtinggi, kepada Waspada, mengatakan dirinya datang ke Parapat bersama dengan teman-temannya mengendarai sepeda motor. Dia mengaku datang berboncengan dengan teman dekatnya, memanfaatkan libur lebaran dan ingin menikmati panorama alam Danau Toba Parapat. 

” Saya datang bersama puluhan teman-teman, semuanya bawa sepeda motor, sengaja berjalan malam, biar sejuk,” kata Andi.

Dikatakan, mereka berangkat dari Tebingtinggi sekira pukul 12.00 tengah malam dan tiba di Parapat pada pukul 04.00. 

” Kami tiba pukul 04.00 subuh, dan sudah beristirahat di Pagoda,” timpal teman Andi.

Sementara, pengamatan di jalur jalan nasional lintas Parapat mulai pagi terlihat padat. Puluhan personel gabungan Polres Simalungun berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Bahkan petugas memasang barikade memisahkan arus ke lokasi wisata Parapat dan menuju kota P.Siantar.

Kapolres Simalungun AKBP Nicolas Dedy Arifianto, melalui Plh. Kasi Humas Ipda Arwansyah, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa personel Polres Simalungun sampai Minggu (8/5) sore, masih siap siaga dijalur-jalur prioritas yang banyak dilintasi masyarakat di wilayah Kab. Simalungun.

Dikatakan, Sat Lantas Polres Simalungun dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Toba-2022 membentuk Tim Kamseltibcarlantas yang bertujuan untuk dapat mengurai apabila terjadi kemacetan. Dalam pelaksanaannya tim dibagi sesuai zona atau dititik-titik rawan terjadi kemacetan serta rawan bencana alam, di lokasi wisata Parapat Danau Toba.

Petugas Sat Lantas aktif mengatur arus lalu lintas di kota wisata Parapat demi kenyamanan para pengunjung dan menghindari kemacetan arus lalu lintas, Minggu (8/5).Waspada/Hasuna Damanik

” Satuan Lalu lintas juga menerapkan rekayasa lalu lintas dengan memasang Barikade memisahkan arus ke lokasi wisata Parapat dan Kota Pematangsiantar,” kata Arwansyah.

Diharapkan agar masyarakat tetap didalam jalur yang sudah ditentukan agar tidak terjadi lapisan kendaraan yang dapat mengakibatkan kemacetan. ” Mari kita bersama-sama dapat saling menghargai sesama pengguna jalan agar mudik sehat, mudik aman dan mudik lancar, dan sampai ketujuan dengan selamat,” ujar Arwansyah.(a27).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *