Waspada
Waspada » Harga Jahe Anjlok, Petani Menjerit
Sumut

Harga Jahe Anjlok, Petani Menjerit

TOBA (Waspada) : Harga jahe tiba-tiba anjlok kisaran Rp.10.000/Kg, harga ini merupakan harga terendah semenjak masa pandemi terjadi pada awal Frebruari 2020 lalu.

Demikian disampaikan petani jahe, Pagar Simanjuntak,43, warga Desa Hutabulu Mejan, Kec. Balige, Kab. Toba, Jumat (11/6).

Pagar Simanjuntak mengaku dengan harga jahe kisaran Rp.10.000/Kg dan tingginya biaya persiapan lahan hingga panen, dipastikan petani akan merugi total.

Pasalnya, petani sebelumnya membeli bibit siap tanam dengan harga tinggi kisaran Rp.35.000 sampai Rp. 40.000/Kg.

“Pada tahun 2019 sebelum masa pandemi harga jahe masih terbilang mahal kisaran Rp.22.000/Kg. Harga jual semakin naik sejak awal masa pandemi hingga puncaknya kisaran Rp.30.000/Kg nya,” tutur Pagar.

Anjloknya harga jahe ini kali ini membuat petani jahe mulai menjerit. Dipastikan petani jae akan merugi dengan rendahnya harga jual jahe ini.

Fakta lainnya, semenjak harga jahe meningkat tahun lalu, banyak warga yang mengkonversi lahan pertanian yang sebelumnya ditanami jagung dan horti lainnya menjadi tanaman jahe.

“Dengan menanam jahe petani berharap akan mendapatkan hasil yang baik dan harga jual jahe yang baik pula, faktanya justru terbalik.”

“Jangankan balik modal, petani malah menjerit dan merugi. Banyak petani bahkan menunda memanen jahe menunggu harga jahe beranjak naik,” imbuhnya.

Umumnya jahe dipanen pada usia 7 bulan pasca tanam, sedangkan untuk persiapan bibit, biasanya dipanen usia 11 hingga 12 bulan.

Anjloknya harga jahe menimbulkan spekulasi bagi komunitas petani jahe di Toba. Mereka menduga ada permainan tengkulak besar di balik anjloknya harga jahe kali ini. Pihaknya pun meminta pemerintah turun tangan.

“Kita meminta peranan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga jahe.  Jangan sampai terjadi pembiaran yang mengakibatkan kerugian yang lebih besar bagi petani. Pemerintah harus mampu memberikan jaminan stabilitas harga jahe,” pungkasnya. (a36)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2