Waspada
Waspada » Harga Gula Pasir Naik, Pedagang Warkop Dan Penjual Penganan Terpukul
Ekonomi Sumut

Harga Gula Pasir Naik, Pedagang Warkop Dan Penjual Penganan Terpukul

Salah seorang ibu rumah tangga membeli gula pasir dengan harga eceran berkisar Rp16.000/Kg. Waspada/Asrirrais
Salah seorang ibu rumah tangga membeli gula pasir dengan harga eceran berkisar Rp16.000/Kg. Waspada/Asrirrais

LANGKAT (Waspada): Harga gula pasir terus melonjak naik di Langkat. Harga eceran pada awal bulan Februari masih berkisar Rp12.500 per kilogram, tapi mulai, Selasa (3/3), sudah menembus angka Rp16.000.

Ditingkat pedagang grosir, harga penjualan gula pasir per karung ukuran 50 Kg sebesar Rp760.000, padahal sepekan yang lalu, harga gula pasir produksi lokal PT Indolampung Perkasa masih di kisaran Rp670.000.

Tingginya kenaikan harga eceran gula pasir tidak hanya menambahkan beban belanja buat kalangan ibu rumah tangga (IRT), tapi juga berdampak pada para pedagang penganan kue, bubur, termasuk juga usaha warung kopi (warkop).

Erlina, salah seorang pedagang bubur kacang ijo, bubur candil dan bubur sumsum, mengaku pusing dengan kenaikan harga komoditas gula pasir yang terbilang relatif tinggi di tengah situasi ekonomi seperti saat sekarang ini.

“Harga gula terus naik, sementara harga penjualan bubur masih tetap seperti biasa, karena jika ikut dinaikkan, maka dikhawatirkan bisa menurunkan daya beli konsumen,” ujar nenek dari dua orang cucu itu dengan nada mengeluh.

Menurut dia, harga gula naik dan buah kelapa yang biasanya Rp5.000 per butir, kini naik menjadi Rp7.000.

“Modal usaha naik, sementara keuntungan yang diperoleh makin kecil. Kalau kondisi seperti ini bertahan lama, usaha kami bisa-bisa gulung tikar,” imbuhnya.

Tidak hanya pedagang penganan bubur yang merasa terpukul dengan kenaikan harga gula, tapi juga pedagang kedai kopi untuk tingkat pembeli kelas menengah ke bawah.

Pedagang belum menaikan harga. Mereka masih tetap menjual kopi Rp4.000 per gelas ukuran kecil (pancung).

Mengingat gula termasuk salah satu kebutuhan dasar, maka para IRT, termasuk pedagang makanan meminta pemerintah untuk melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga gula pasir yang kemungkinan akan terus bergerak naik. (a02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2