Waspada
Waspada » Harapan Madina Pada Sukhairi – Atika
Sumut

Harapan Madina Pada Sukhairi – Atika

Bupati Dan Wakil Bupati Madina HM Ja'far Sukhairi Nasution - Atika Azmi Utammi Nasution. Waspada/Ist

BUPATI dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) HM Ja’far Sukhairi Dan Atika Azmi Utammi hari ini resmi dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara, Kamis, (22/07) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan

Dengan itu, Kabupaten Mandailing Natal telah resmi memiliki pemimpin baru selama 3 tahun kedepan. Tentu dalam hal ini masyarakat Madina berharap pada pemimpin baru untuk dapat merubah Kabupaten Mandailing Natal ini menjadi lebih maju dan berkembang sesuai visi misi yang diusung kala waktu menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati Madina.

Patut kita ulas kembali program yang akan dibawa oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi – Atika Azmi Utammi ini sejenak agar menjadi pedoman buat kita masyarakat Madina, yakni

Pertama :

VISI

– Akselerasi Pembangunan Menuju Mandailing Natal Yang Mandiri, Kompetitif, Berkeadilan dan Bermartabat

MISI (PITU PODA — SAPTA CITA)

1. Meningkatkan Ekonomi di Bidang Agrikultur, lndustri dan Pariwisata Berlandaskan Kearifan Lokal Sehingga Terwujud Kebijakan yang lnklusif dan Berkelanjutan

2. Meningkatkan Fasilitas Umum Termasuk Infrastruktur Jalan Raya, Jalan Desa, Balai Kecamatan dan Pusat Olahraga

3. Meningkatkan Sumber Daya Manusia Melalui Revolusi Belajar-Mengajar dan Pelatihan Sosial Menuju Perubahan dari Konsumtif menjadi Produktif

4. Memperbaiki Gaya Hidup dan Kualitas Lingkungan serta Meningkatkan Literasi Kesehatan Menuju Mandailing Natal Sehat lnsannya Bersih Alamnya

5. Memperkokoh Budaya Mandailing Natal Melalui Penambahan Mata Pelajaran, Kuliner dan Event Tahunan

6. Meningkatkan Efektifitas dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan Sehingga Terwujud Kepemimpinan yang Meritokratif dan Terbuka

7. Meningkatkan Sinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat Demi Akselerasi Pembangunan Mandailing Natal

Adapun yang ke Dua :

• Pemadaian lnfrastruktur Fisik Penunjang Pertumbuhan Perekonomian
• Akselerasi Pembangunan SDM dan Kesehatan Masyarakat Agar Sehat dan Kompetitif
• Pemaksimalan Pelayanan Masyarakat dan Penyederhanan Proses Administrasi Publik

• Reformasi Belajar-Mengajar
• Peningkatan Relevansi Konten Pendidikan dengan Arus Perubahan Zaman.
• Pengembangan Ekonomi Kreatif
• lnfrastruktur yang Merata
• Seluruh Masyarakat Terhubung dengan Internet Agar Menjadi Pionir Ekonomi Kreatif di Sumatera Utara
• Mandailing Natal Menjadi Pusat lndustri di Sumatera Utara Bagian Selatan dan Pantai Barat Sumatera

Dan Yang Ketiga :

Program lnfrastruktur yang memadai akan mengurang biaya produksi dan distribusi barang. Harga barang yang lebih murah tanpa mengabaikan kualitas akan lebih kompetitif. Pelabuhan Palimbungan menjadi salah satu modal untuk menarik investasi asing (FDI) dalam misi meningkatkan pertumbuhan perekonomian Mandailing Natal.

Dengan memadainya infrastruktur, Foreign Direct Investment (FDI) sering merasa ‘terundang’ karena investor melihat adanya potensi ekonomi yang sangat lukratif. FDI ini sering digunakan untuk menunjang fasilitas pelabuhan, seperti “container sector and cargo facility” karena melalui pelabuhan inilah cost effectiveness bisa tercapai.

Melalui infrastruktur seperti ini juga, tenaga kerja bisa terserap, meningkatnya konsumsi lokal, hasil taut lebih mudah didistribusikan, pemasukan kepabeanan menjadi sumber pendapatan baru, industri- industri baru akan muncul sehingga Mandailing Natal akan menjadi salah satu Kabupaten yang mempercepat laju perkembangan Nasional menjadi terbesar kelima di Dunia pada 2045.

Selain infrasktruktur fisik, infrastruktur lunak juga harus dioptimalkan. Birokrasi perlu dirampingkan, Birokrasi yang efektif perlu dibekali dengan sistem yang sederhana namun efisien. Pelayanan publik sudah harus online dimasa jabatan 1 tahun.

Misalnya pengurusan E-KTP dan pelayanan publik lainnya harus sudah bisa didaftarkan online. Secara Nasional sebetulnya sudah ada Online Single
Submission (OSS) sehingga Kabupaten Mandailing Natal sudah saatnya menyeleraskan langkah dengan program nasional ini.

MANDAILING NATAL memiliki gunung berapi aktif yang memberi efek positif pada fertilitas tanahnya. Tingginya tingkat kesuburan tanah di Mandailing Natal membuka peluang yang begitu besar untuk memproduksi tanam-tanaman dan ternak.

Ulu Pungkut diprioritaskan sebagai penghasil kopi arabika dan kentang Hutagodang. Permintaan kentang di Kotanopan saja tidak terpenuhi, Ini suatu potensi yang harus dikembangkan. Kopi mandailing harus tembus pasar nasional dalam 3 tahun kedepan dan tembus internasioanl dalam tahun mendatang.

Di Kotanopan, ada sentra makanan olahan Dodol, Kita patut cemburu dengan majunya dodol Garut, mengapa dodol Mandailing jalan di tempat? Dalam hal ini Pemerintah akan mengupayakan studi banding bagaimana industri ini tumbuh dan produknya bisa terpasarkan ke seluruh Indonesia.

Kotanopan dan Tambangan berpotensi memproduksi beras organik. Beras organik akan diperkenalkan kepada masyarakat dan dicarikan pasarnya mengingat bahan pangan organik sedang tumbuh pesat.

Panyabungan Timur harus bersih dari ladang ganja dengan pembukaan jalan baru. Terong belanda yang diproduksi di desa Pagur harus dimaksimalkan. Dari segi rasa, terong belanda Pagur lebih lezat dibandingkan produk dari Berastagi, namun karena kendala pasar, masyarakat enggan betul-betul memproduksi buah ini dalam skala besar

Panyabungan Utara sudah mulai memproduksi ikan mas namun belum mampu memenuhi pasar Mandailing Natal. Masyarakat Mandailing Natal masih mengimpor ikan mas dari Rao sekitar 5 ton per hari. Pelatihan dan penelitian untuk meningkatkan produksi ikan mas akan diprioritaskan agar kemandirian ekonomi tercapai.

Siabu akan tetap menjadi sentra produksi padi untuk menutupi kebutuhan beras masyarakat Mandailing Natal. lnovasi pertanian seperti System of Rice Intensification dan bioteknologi lainnya akan terus dipelajari untuk meningkatkan hasil panen. Saat ini rata-rata hasil panen hanyalah 6-7 ton per hektare, masih sangat mungkin untuk hasil yang lebih besar.

Batahan, Natal dan Muara Batang Gadis terbentang garis pantai sekitar 170 km. Potensi pariwisata Pulau Tamang, Pelabuhan Palimbungan dan hasil laut menjadi potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Ditambah lagi perkebunan kelapa sawit di Sinunukan, Natal, Lingga Bayu dan Batang Natal harus terus didorong demi terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), jangan hanya sebatas perkebunan.

Jikalau pun KEK belum tercapai, Pemerintah harus berinisiatif membangun Pantai Barat seperti melalui International Finance Strategy (bagian dari World Bank), Asian Development Bank dan investor lainnya.

IPM Kabupaten Mandailing Natal termasuk salah satu yang terendah di Sumatera Utara, yaitu 64,5 persen jauh dibawah rata-rata IPM provinsi, yakni 70 persen. Berada di posisi ke 28 dari 32 Kabupaten Kota merupakan pekerjaan rumah yang benar-benar harus mendapat perhatian lebih. Selain IPM, angka harapan hidup rata-rata di Mandailing Natal adalah 61,77 per tahun, terendah di Sumatera Utara. Mandailing Natal akan terus tertinggal apabila pengembangan SDMnya diabaikan.

Oleh sebab itu, kurikulum sekolah terutama SMK akan direformasi sesuai tuntutan zaman. Reformasi belajar-mengajar akan berupa penggunaan materi berbasis online, mengganti metode balajar manjadi lecture dan tutorial. Lecture adalah guru menjelaskan dan tutorial adalah diskusi dan klarifikasi di dalam kelas membahas pelajaran yang telah IaIu dan akan datang.

Pembagian materi pelajaran sudah harus selesai di awal tahun ajaran baru dan bisa diakses siswa secara online. Pembinaan akan terus diadakan agar guru dan siswa benar-benar proaktif.

Selain sekolah umum, Madrasah agak dianak tirikan selama ini. Salah satu yang harus difokuskan adalah melegalistaskan madrasah-madrasah diikat dengan akta notaris sehingga bantuan Pemerintah dapat dialokasikan untuk keperluan madrasah. Ini sangat perlu demi tercapainya Mandailing Natal yang Berkeadilan dan Bermartabat.

Faktor lain yang berpengaruh signifikan pada pembangunan SDM adalah jiwa raga dan lingkungan yang sehat. Masyarakat Mandailing Natal akan diwajibkan melakukan check up reguler ke puskesmas terdekat. Akan ada hari tertentu untuk setiap desa melakukan check up. Perangkat desa wajib melaksanakan gerak jalan dan senam dengan masyarakat setidaknya satu kali dalam seminggu sehingga kesehatan betul-betul terjaga yang bermuara pada meningktanya produktifitas.

Perangkat desa juga wajib menangani kebersihan lingkungan sekitar agar permasalahan sampah yang sangat mendasar saat ini dapat diatasi.

Akses berobat juga perlu dioptimalkan. Tidak boleh ada lagi warga yang sakit, ingin berobat namun terbatas dana, tidak memiliki JKN atau KIS dan harus ditolak pihak rumah sakit. Dinas Kesehatan Mandailing Natal dan Dinas terkait lainnya harus proaktif mendata siapa yang layak dan harus mendapatkan JKN atau KIS, tanpa harus menunggu masyarakat sakit dulu.

Begitupun dengan masyarakat, harus proaktif. Kita perlu merubah mindset dari menunggu bola ke menjemput bola. Tantangan globalisasi semakin berat, sehingga sinergitas antara program pemerintah daerah dan program pemerintah pusat harus dioptimalkan.

Selain itu, untuk menunjang prestasi olahraga siswa-siswi Mandailing Natal, akan dibangun Sporting Centre dengan menggandeng dana CSR perusahaan-perusahaan di sekitar.

UMKM berperan penting dalam roda perekonomian Mandailing Natal. Masalah fundamental yang dihadapi masyarakat Mandailing Natal selaku pelaku UMKM adalah akses permodalan yang terbatas, ketidaksiapan berkompetisi dengan produk Iain dari luar daerah, minimnya analisa pangsa pasar dan tidak siapnya mengikuti aturan yang berlaku.

UNTUK meminimalisir isu diatas, Pemerintah memiliki peran signifikan dalam pengembangan UMKM, seperti dengan memudahkan akses permodalan.

Pertama, Pemerintah perlu menggandeng bank untuk menyusun skema permodalan UMKM. Sekitar 6 persen Koperasi di Mandailing Natal juga perlu diefektifkan kinerjanya dalam menunjang produktifitas UMKM lokal.

Kedua, Pemerintah perlu memfasilitasi pemasaran produk UMKM, misalnya dengan menjalin kerjasama dengan pasar di luar Mandailing Natal, bahkan pasar internasional. Kopi mandailing yang ditanam di Ulu Pungkut sangat berpotensi masuk ke teritori internasional. Australia mengimpor kopi dari Etiopia, Columbia, Indonesia dan Vietnam.

Tetapi tidak pernah kita temui ada Kopi Mandailing selama 5 tahun tinggal disana. Ini merupakan pangsa pasar petani kopi karena di Indonesia sendiri kualitas kopi Mandailing telah diakui. Berarti sudah ada modal utama bahwa kopi Mandailing dapat diterima di Australia. Australia merupakan pangsa strategis mengigat letak geografis yang dekat dengan Indonesia dan budaya minum kopi yang kuat.

Ketiga, Pemerintah harus menyediakan Konsultan Pemasaran dan Perdagangan lnternasional untuk memperkenalkan produk dan wisata lokal kepada dunia. Seperti contoh, Exim Bank Indonesia perlu dimanfaatkan demi kemajuan industri lokal menembus pasar global. Alternatif lain, kita bisa memanggil putra-putri Mandailing Natal yang berkualifikasi yang berada di perantauan menjadi konsultan ekspor kita.

GLOBALISASI membawa begitu banyak dampak positif dan negatif dalam kehidupan bermasyarakat. lnsan generasi muda Mandailing Natal perlu dibekali dengan budaya dan adat leluhur, yang semakin tergores oleh arus globalisasi. Pentingnya adat istiadat dalam mempererat tali silaturrahmi harus dilestarikan.

Untuk itu, Pemerintah harus proaktif dalam mempromosikan dan memperkokoh Adat Budaya Mandailing Natal melalui penambahan mata pelajaran di sekolah, kuliner dan event tahunan. Mata pelajaran Budaya Mandaialing akan disisipkan setidaknya sehari dalam seminggu atau pada kegiatan ekstrakulikuler.

Festival Gordang Sambilan antar sekolah, desa maupun kecamatan harus dirintis untuk menumbuhkan bibit-bibit baru penerus adat budaya. Selain itu, Festival Kuliner Makanan Khas Mandailing Natal, Tapanuli Selatan dan daerah sekitar perlu diadakan. Keberadaan media sosial akan sangat mempermudah promosi event kuliner tahunan ini. Melalui event seperti ini juga, sinergi antar kabupaten kota akan terbentuk.

Pengawasan terhadap kinerja Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif perlu melibatkan masyarakat langsung. Penggunaan media sosial dalam memantau kinerja pemerintah harus diefektifkan agar semua elemen masyarkat bergotong royong mengawasi kebijakan dan pemerintahan. Misalnya, rapat Paripurna Pemerintah dan DPRD dapat dipantau secara live oleh masyarakat agar transparan dan terpantau dalam pembuatan keputusan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Pelelangan jabatan harus bersifat meritokratif, dimana kompetensi dan pengalaman menjadi poin penentu, bukan kedekatan politis dan transaksional. Dengan pelelangan seperti ini, ditargetkan semua perangkat kerja dapat bekerja optimal sesuai keahlian masing-masing.

Sinergi pembangunan SDM dan SDA antara pemerintah pusat dan daerah harus terintegrasi tanpa adanya ego sektoral dari kedua belah pihak. Misalnya pengusulan Kecamatan Batahan dan sekitarnya untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) harus dimulai Pemerintah daerah. Dari 12 KEK di Indonesia, 5 diantaranya di Pulau Sumatera, dan tidak 1 pun berada di Pantai Barat Sumatera. Potensi daerah dan lokasi telah mendukung, saatnya seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat bahu membahu mendorong terwujudnya KEK di tanah Mandailing.

Inilah rangkaian program yang harus dikejar oleh Bupati dan Wakil Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi dan Atika Azmi Utammi untuk 3 Tahun kedepan, semoga program yang direncanakan ini terlaksana dan tidak hanya “MIMPI BOLONG” disaat kampanye demi merebut hati rakyat. Layak kita tunggu dan kita nantikan gebrakan di kepemimpinan Madina Era Baru. (Ali Anhar Harahap)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2