Waspada
Waspada » Hakim Tolak Prapid Tersangka Kasus Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Headlines Sumut

Hakim Tolak Prapid Tersangka Kasus Pencabulan Anak Di Bawah Umur

Persidangan Prapid dengan agenda pembacaan putusan. Hakim Tunggal Frans Prayugotama,SH dalam putusannya menolak seluruh permohonan pemohon, Senin (16/11). Waspada/Ramsiana Gultom
Persidangan Prapid dengan agenda pembacaan putusan. Hakim Tunggal Frans Prayugotama,SH dalam putusannya menolak seluruh permohonan pemohon, Senin (16/11). Waspada/Ramsiana Gultom

TOBA (Waspada): Hakim Tunggal Hans Prayugotama, SH menolak seluruh permohonan pemohon pada sidang Praperadilan (Prapid) Nomor 11/prapid/2020/PN Blg atas penetapan BT,47 sebagai tersangka pada kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur oleh Unit PPA Polres Tobasa. Sidang Prapid dengan agenda putusan digelar di Pengadilan Negeri BaLige, Senin (16/11) sekira pukul 17.30.

Dalam pembacaan putusan Hakim memutus bahwa proses penetapan BT sebagai tersangka sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku yakni berdasarkan dua alat bukti yang ditemukan dalam proses penyelidikan. Selain itu, Hakim juga memutus dengan mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan perorangan.

“Dengan berbagai pertimbangan dan dalil-dalil sangkalan yang diajukan oleh pemohon sehingga praperadilan pemohon tersebut patut dan layak untuk ditolak seluruhnya. Dengan dibacakannya putusan ini, maka pemeriksaan perkara Nomor 11/prapid/2020/PN Balige dinyatakan selesai dan sidang ditutup,” ujarnya sambil mengetok palu tiga kali.

Kuasa Hukum Polres Tobasa Panahatan Hutajulu, SH ketika dikonfirmasi mengaku puas atas putusan Hakim Tunggal Hans Prayugotama, SH.

“Saya berterimakasih atas putusan Hakim yang menolak seluruh gugatan pemohon. Atas putusan sore ini intinya, sudah jelas wewenang penuh penyidik untuk melakukan pemberkasan terhadap pemohon Praperadilan,” tegas Panahatan.

Kasat Reskrim Polres Tobasa, AKP Nelson Sipahutar didampingi Kanit PPA Polres Tobasa Aipda Idris Simangunsong kepada Waspada.id mengatakan berterimakasih atas putusan hakim yang menolak seluruh permohonan pemohon.

“Pada intinya kami bekerja dalam proses penyidikan itu tetap sesuai dengan prosedur dan mengutamakan profesionalisme. Kami juga berterimakasih kepada kepada kuasa hukum kami Panahatan Hutajulu yang telah bekerja keras menangani perkara ini,” ujar Nelson.

Terkait langkah selanjutnya, Nelson mengaku sudah mengirim berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Tobasa dan sedang dalam pemeriksaan Jaksa Penuntut Umum.

“Kalau sudah dianggap nanti kasus ini sudah lengkap atau P-21, maka akan kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Tobasa,” pungkas Nelson.

Sebelumnya, BT, 46, diduga cabuli ponakannya sendiri inisial SB, 16, sejak 8 tahun silam.

Aksi bejat BT terbongkar pasca korban didampingi pengurus punguan Butarbutar wilayah Bonapasogit, Sahat Butar-Butar membuat pengaduan resmi ke Unit PPA Polres Toba Samosir Minggu 20 September 2020 dengan nomor LP : STPL/203/IX/2020/SU/TBS.

Kepada BT dikenakan Pasal 1 ayat (1) dan (3) jo pasal 76D subs Pasal 82 ayat (1) dan (2) jo pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang
Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun pidana penjara ditambah sepertiga dari ancaman pidana karena dilakukan oleh wali. (a36)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2