H+7 Lebaran, Dataran Tinggi Karo Terjadi Pengurangan Kepadatan Objek Wisata & Arus Lalin

  • Bagikan

TANAH KARO (Waspada): Memasuki H+7 libur Lebaran Idul Fitri sejumlah objek wisata di dataran tinggi karo, terpantau mulai lengang pengunjung. Sementara di jalur Berastagi – Medan maupun sebaliknya, Minggu (8/5) terpantau volume kenderaan roda 4 dan 2 kembali normal seperti hari weekend biasa (Sabtu – Minggu) .

Sementara untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan dan kemacetan di sejumlah objek wisata dan jalur perlintasan. Personil Ops Ketupat Toba 2022 Polres Tanah Karo, tetap melaksanakan pengamanan antisipasi kemacetan. Dengan tetap menebalkan serta mensiagakan personil serta hunting menggunakan sepeda motor, untuk memastikan pengunjung dan pengendara tidak sampai menumpuk.

Keterangan ini dikatakan Kapolres Tanah Karo AKBP Ronny Nicolas Sidabutar ketika dikonfirmasi Waspada didampingi tim rutin patroli R2 saat melakukan pemantauan langsung ke lokasi rawan kemacetan. Sejumlah objek yang menjadi perhatian kusus diantaranya, Pemandian Air Panas Doulu, Bukit Gundaling, Bukit Kubu, Pasar Buah Berastagi dan Puncak 2000 Siosar kini terpantau mulai lengang.

Sementara jalur lintas Berastagi -Medan maupun sebaliknya yang sering terjadi penumpukan, akibat keluar masuk kenderaan yang parkir diantaranya Penatapan bakaran jagung, Simpang Doulu, Simpang Tongkoh, Funland Mikie Holiday, Wajik Peceren dan Tugu Perjuangan Berastagi saat ini sudah lengang.

“Terjadi penurunan kendaraan dan kunjungan wisatawan yang signifikan dibanding lebaran plus 2 dan 3 kemarin. Namun demikian personil jajaran tetap melaksanakan pengaturan di setiap ploting pengamanan, untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas di wilayah karo”, kata Ronny.

Seperti biasa, sebelum terjadi kemacetan panjang. Kapolres dengan menggunakan R2 langsung mendatangi lokasi objek wisata dan jalur wisata di Berastagi yang padat kendaraan. Di lokasi Kapolres melaksanakan pengaturan lalin, mempercepat arus lalin agar tidak terjadi kepadatan arus lalin.

Dikatakan Kapolres, kepadatan arus lalin dan pengunjung di sejumlah objek wisata di dataran tinggi karo, mulai terjadi pada H+2 dan 3. Namun kondisi itu tidak membuat kemacetan panjang, bahkan sampai merayap. Untuk mengantisipasi, pihaknya melakukan rekayasa lalin dan pengalihan jalur alternatif untuk memperlancar agar tetap berjalan kondusif.

Dengan begitu, Ronny berharap kepada pengguna jalan dan wisatawan yang menikmati liburan di wilayah hukumnya. Agar tetap mematuhi aturan dan arahan yang diberikan anggotanya. Hal ini dilakukan demi kepentingan dan keselamatan kita bersama dan keluarga, selama berada di dataran tinggi karo.

Sementara itu, jadwal pengamanan libur lebaran Idul Fitri, Pos Pelayanan dan Pos Terpadu yang seharusnya berakhir Senin (9/5) pukul 24.00 Wib, jadwalnya kini diperpanjang mulai Selasa (10/5) pukul 00.00 Wib sampai Senin (16/5) pukul 24.00 Wib, terang Ronny.(c02).

Teks foto: KAPOLRES T Karo masih memantau lalin di salah titik rawan kemacetan antara Bukit Kubu dan Wajik Peceren dengan menunggangi R2. Waspada/Ist.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *