H+3, Kendaraan Mengular Sepanjang Jalan Berastagi - Medan
banner 325x300

H+3, Kendaraan Mengular Sepanjang Jalan Berastagi – Medan

  • Bagikan
H+3, Kendaraan Mengular Sepanjang Jalan Berastagi - Medan. Waspada/Panitra Nedy
H+3, Kendaraan Mengular Sepanjang Jalan Berastagi - Medan. Waspada/Panitra Nedy

TANAH KARO (Waspada): H+3 tahun 2021, Minggu (3/1) sejak siang, beberapa titik di ruas jalan Medan-Berastagi hingga perbatasan Karo-Deliserdang kendaraan nampak mengular akibat jumlah kendaraan cukup banyak.

Kendatipun di ruas jalan pusat kota wisata Berastagi sempat mengalami kemacatan di siang hari, namun situasi itu tidak berlangsung lama, setelah petugas berhasil mengurai padatnya lalulintas dengan cara buka tutup dan mengalihkan perjalanan melalui jalur alternatif.

Antisipasi kemacatan di ruas jalan utama Berastagi-Medan, Polisi membuat rekayasa jalan di seputaran tugu Juang Berastagi agar terhubung ke jalur alternatif Jaranguda-Tongkoh.

Di sejumlah persimpangan jalan yang berpotensi menimbulkan kemacatan akibat keluar-masuk kendaraan, Polisipun menempatkan personelnya di sana menjaga kemungkinan itu.

Pantauan Waspada.id di lapangan, selain petugas menjaga setiap persimpangan jalan yang berpotensi sebagai biang kemacatan, mereka juga melakukan patroli di sepanjang jalan untuk mengarahkan pengemudi agar tidak saling mendahului yang memperparah keadaan dan potensial menimbulkan terjadinya macat total.

Melonggarkan laju kendaraan yang semakin melambat dari Berastagi menuju Medan mulai sekitar pukul 15.30, petugas kembali melakukan buka-tutup jalan di seputaran Pos Terpadu tugu Juang Berastagi.

Mereka tidak menghitung waktu proses buka-tutup, tetapi mereka berpatokan terhadap padatnya kendaraan yang tidak sabaran ingin melintas. Di satu sisi, ada pengendara yang merasa cemburu atas kebijakan petugas ini.

Soalnya, ada keluarga wisatawan yang harus terpisah jalan saat pulang ke Medan karena dua kendaraan yang berarakan, terpaksa dipisah Polisi di seputaran tugu Juang akibat diberlakukan buka-tutup.

“Tadinya kami berjalan menuju Medan dua mobil dari Cafe Zia Puncak 2000. Tetapi karena Polisi memberlakukan sistem buka-tutup di seputaran tugu Juang, mobil kami terpaksa berpisah. Karena petugas di sana, langsung menutup jalan setelah mobil disupiri paman lewat, tapi kendaraanku, terpaksa memutar arah dari jalur alternatif Desa Jaranguda-Tongkoh,” kata Iqbal Sabirin, 30 kepada Waspada.id, saat kebingungan menembus jalan depan masjid Istihrar Berastagi menuju Jaranguda karena banyaknya kuda tunggang melintas di sana.

Sementara lalulintas dari Tugu Juang Berastagi hingga ke perbatasan Karo-Deliserdang sekitar pukul 16.30-19.00 ada tumpukan mobil yang berderet sepanjang jalan yang mengalami kemacatan yang disebabkan antara lain mobil penumpang berhenti, kendaraan curi jalan, kurangnya etika pengendara sepeda motor dan sisi ruas jalan dijadikan tempat parkir.

Namun situasi kemacatan tidak berlangsung lama, karena kendaraan dari Medan menuju Berastagi saat itu tidak sepadat kendaraan yang turun ke Medan dari Berastagi.

Khusus di simpang Desa Doulu Pasar/simpang ke pemandian air panas belerang Semangat Gunung, dijaga ketat Polisi Lalulintas yang dipimpin Kasat Lantas AKP Agus Ita Ginting MS.i.

Personelnya diarahkan untuk melakukan pengaturan sistem buka tutup jalur pada jalur utama Medan-Berastagi.

Kendatipun personelnya ramai di sana mengatur lalulintas, tetapi karena kendaraan saat itu jumlahnya besar, sehingga mereka tidak dapat berbuat banyak sebab laju kendaraan di depan Aqua Doulu hingga Penatapen bakar jagung (perbatasan Karo-Deliserdang tersendat.

Pantauan Waspada.id, sampai pukul 19.00, petugas masih sibuk mengatur arus lalulintas di jalan utama Berastagi-Medan, walaupun hujan gerimis menyiram bumi di daerah itu

Kasat Lantas Polres T. Karo AKP Agus Ita Ginting MS. I yang hendak dikonfirmasi tidak berhasil karena sibuk mengatur lalulintas. (a06)

 

 

  • Bagikan