Waspada
Waspada » Guguran Lava Sinabung Malam Hari Potensi Meningkatkan Kunjungan Wisatawan
Sumut Travel

Guguran Lava Sinabung Malam Hari Potensi Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

Guguran kubah lava Sinabung yang sangat indah dan mengesankan direkam dari kawasan Desa Tigapancur beberapa waktu lalu. Guguran lava Sinabung malam hari potensi meningkatkan kunjungan wisatawan. Waspada/Dok

TANAH KARO (Waspada): Guguran kubah lava Sinabung yang memancarkan cahaya pada malam hari merupakan potensi besar untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Karo.

Alasan itu dilontarkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo, Munarta Ginting, Kamis (26/11), mengingat informasi yang disampaikan Pusat Vulkanologi melalui petugas pengamat gunung Sinabung, volume kubah lava di puncak gunung sekitar 2 juta meter kubik, selain itu tingkat kunjungan wisatawan pada hari-hari biasa ke Karo masih tergolong rendah.

Keingintahuan wisatawan terhadap fenomena alam guguran lava pijar gunung api Sinabung, akan memiliki kesan tersendiri. Di samping itu, guguran material vulkanik dari reruntuhan kubah lava juga memiliki nilai edukasi bagi wisatawan terutama kalangan pelajar dan mahasiswa, sebab hal itu merupakan ilmu pengetahuan alam yang terlihat langsung secara visual.

Tentunya, wisatawan yang telah mengagendakan liburan ke Berastagi sekaligus menikmati keindahan guguran kubah lava pada malam hari, akan mempersiapkan segala sesuatunya termasuk memesan kamar penginapan, mobil rental atau minimal guide (pemandu).

Aktivitas gunung api Sinabung seperti guguran kubah yang memancarkan cahaya, akan jelas terlihat pada malam hari, terkecuali Sinabung ditutupi awan ataupun kabut tebal. Mengobati rasa penasarannya, maka mereka harus bermalam di Berastagi ataupun di seputaran kota berhawa sejuk ini, ujarnya.

Ketika wisatawan telah memesan kamar penginapan, saat itulah pihak hotel menawarkan perjalanan malan melalui rute yang aman untuk melihat lava pijar yang meleleh saat terjadi guguran kubah lava dari puncak gunung api Sinabung.

Kreativitas dan inovasi seperti itulah yang menandakan salah satu bukti nyata kebersamaan sesama pelaku wisata mendorong program dalam ranah peningkatan jumlah kunjungan ke Karo walaupun sedang pandemi Covid.

Dampaknya juga akan sangat berpengaruh terhadap operasional jasa mobil rental. Sebab mereka juga akan mendapat percikan rezeki atas pemanfaatan jasa transportasi mobil rental. Namun dibalik itu kata Munarta Ginting, Protokol Kesehatan harus diterapkan, supaya tidak muncul kluster baru Covid-19.

Bagi wisatawan yang enggan keluar malam dari area hotel, tentunya pemilik hotel juga harus berkreatif untuk menyediakan fasilitas tempat nongkrong sekaligus tempat ngopi yang strategis yang bisa memanjakan mata  memandang ke arah gunung Sinabung.

Sebelum mengambil masa istirahat, mereka dapat nongkrong sambil bercanda ria bersama kelurga maupun teman-temannya menikmati dinginnya malam ditemani secangkir kopi sambil menunggu keindahan guguran lava pijar Sinabung.

Bila di area hotel tidak ada fasilitas tempat nongkrong yang bebas memandang ke arah Sinabung dan tidak pula memanfaatkan jasa mobil rental dan pemandu, tentunya pengunjung akan keluar dan mencari tempat nongkrong di tempat strategis yang bebas memandang ke arah Sinabung dari jarak aman dan momen ini bakal mendapat cipratan rezeki dari kedatangn tamu.

Peluang seperti inilah yang harus dimanfaatkan pelaku wisata di Karo agar usaha pariwisatanya bertambah lancar dan karyawannyapun tetap dapat bekerja di masa pandemi Covid-19.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo merekomendasikan semua tempat berwisata yang aman dari jangkauan awan panas Sinabung untuk dikunjungi. Termasuk di Puncak 2000 yang memiliki ketinggian 1.700-2.000 DPL. Dari sana pengunjung juga dapat melihat lelehan lava pijar yang sangat jelas saat terjadi guguran lava, bila Sinabung tidak tertutup awan, jelasnya.

Soalnya awan panas Sinabung yang memiliki suhu sekitar 700 derajat selsius, sangat berbahaya karena mematikan, dan sampai sejauh ini Kabupaten Karo tetap masih tetap aman dan kondusif, tambahnya.

Informasi dari Pusat Vulkanologi, hasil pengamatan gunungapi Sinabung, ada sekitar 2 juta meter kubik kubah lava yang sedang nangkring di puncak gungung.

Berdasarkan data laporan mereka yang dirilis melalui grup WhatsApp, diketahui kerap terjadi guguran material vulkanik Sinabung dari tumpukan kubah lava, jelas Munarta.

Sarman Tarigan, owner Zia Coffee Puncak 2000 Kacinambun Higland kepada Waspada.id menyebutkan guguran lava pijar Sinabung pada malam hari terlihat sangat jelas dan indah dari Puncak 2000.

Tidak jarang wisatawan yang menginap di sana, memanfaatkan waktu malamnya menikmati secangkit kopi sambil bercanda ria bersama teman-temannya menunggu terjadinya guguran kubah lava.

Pancaran cahayanya sangat indah dan wisatawan yang melihat fenomena alam ini merupakan sebuah keberuntungan bagi dirinya karena melihat gunung api yang sedang mengalami aktivitas guguran lava pijar.

GM Hotel Sinabung Hills Berastagi, F. Pasaribu kepada Waspada.id mengatakan, ide Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo sangat cemerlang sekali untuk ditindaklanjuti.

Keberhasilan itu bakal terlihat, jika sesama pelaku wisata mampu bekerja sama dan mengemasnya untuk dijual ke wisatawan. Pasalnya bukan hanya pemilik penginapan cuma mendapat pemasukan, melainkan pemilik cafe tempat nongkrong dan jasa transportasi mobil rental ataupun milik perusahaan perhotelan, jelas Pasaribu. (a06)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2