Gudang Korporasi Petani Senilai Rp50 Miliar Akan Dibagun Di Kawasan Food Estate - Waspada

Gudang Korporasi Petani Senilai Rp50 Miliar Akan Dibagun Di Kawasan Food Estate

  • Bagikan

DOLOKSANGGUL (Waspada): Melalui sinergi Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), gudang korporasi petani senilai Rp50 miliar akan dibangun di kawasan food estate, Kab. Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. Demikian dikemukakan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga dalam kunjungan kerja (kunker) ke Humbahas, Sabtu (16/10) lalu.

Jerry memaparkan, bahwa Kemendag berkomitmen mendukung program pengembangan korporasi petani, khususnya menyokong food estate sebagai kawasan sentra produksi pangan (KSPP) dan penguatan kawasan sentra produksi pertanian, perikanan dan hewani.

Katanya, bersama dengan Bappenas, Kemendag mengagas proyek percontohan pembangunan gudang korporasi petani untuk komoditas bawang merah di KSPP Humbahas. Proyek percontohan gudang korporasi untuk bawang merah akan dibiayai dari DAK (Dana Alokasi Khusus) TA 2022 sebesar Rp50 miliar.

“Gudang dimaksud diharapkan menjadi sarana dan prasarana perdagangan utamanya sebagai sarana distribusi. Untuk itu diperlukan sistem pengelolaan yang menjamin kepastian terkait arus barang masuk, penanganan komoditas dalam gudang, prosedur penyimpanan dan jalur pemasaran agar terciptanya usaha korporasi petani yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dijelaskan, gudang korporasi petani akan dilengkapi berbagai fasilitas, yakni stasiun penerimaan, stasiun pembersihan, stasiun pengeringan, stasiun pengemasan, stasiun penyimpanan, dan stasiun distribusi.

“Pengelolaan gudang korporasi ini selanjutnya akan diserahkan kepada korporasi petani sebagaimana ini penjabaran lebih lanjut terkait penugasan yang terdapat dalam kebijakan nasional tematik KSPP,” kata Jerry.

Dalam program gudang korporasi, pria kelahiran tahun 1985 ini meminta komitmen kuat dari jajaran Pemkab Humbahas sebagai pemimpin, pengayom dan pendamping program gudang korporasi petani. Pertama, Pemkab Humbahas diharapkan dapat segera menginventarisasi petani yang bersedia tergabung dalam kelembagaan pengelolaan gudang. Kedua, meningkatkan intensitas komunikasi kepada pemerintah pusat, baik Kemendag maupun Bappenas, terkait persiapan pelaksanaan baik pembangunan fisik, nonfisik, serta SDM guna mendukung optimalisasi pemamfaatan gudang secara berkelanjutan.

Melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), bentuk lain dukungan Kemendag untuk program pengembangan korporasi petani yaitu mendukung pembinaan dan pengembangan pemasaran produk. Dukungan tersebut termasuk untuk jangkauan pasar ekspor dan pembinaan standar mutu komoditas.

Terkait alternatif pembiayaan, dapat juga menggunakan instrumen Sistem Resi Gudang (SRG). Kelembagaan korporasi diharapkan semakin bertumbuh dengan dengan semakin baiknya dukungan administrasi dan kapasitas permodalan, khususnya dalam hal peningkatan skala ekonomi. “Hal ini akan memberikan daya saing, baik harga maupun kualitas komoditas, sehingga secara umum, akan mampu meningkatkan nilai perdagangan dan penyediaan dan penyediaan stok pangan untuk mendukung kestabilan konsumsi masyarakat,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengaku mendukung program Kemendag bersama Bappenas dalam pembangunan gudang korporasi petani di kawasan food estate. Dengan pengelolaan gudang korporasi petani sesuai manajemen KSPP, komoditas hasil petani bisa diserap market (pasar). Dengan adanya akses dari komoditas terhadap market, tentu petani sudah diuntungkan dan bisa menambah derajat hidup para petani.

Ditambahkan, bahwa program ini merupakan bisnis meeting yang perlu didorong kepada para petani dan pelaku usaha dari asosiasi. Akses seperti ini belum dimiliki petani, sehingga pemerintah perlu mendorong agar bisnis ini bisa jalan. Harapannya, semua komoditas pertanian dari kawasan Danau Toba dapat bernilai tinggi. Pelaku usaha juga bisa meritel dan melakukan harga perdagangannya dengan harga yang bagus.

Menurut Lamhot, hal ini bukan pekerjaan yang mudah. Namun perlu dijalani karena tujuan kita, bagaimana agar para petani bisa maju dan semakin membaik. “Potensi komoditas di kawasan Danau Toba sangat luar biasa. Semua komoditas hortikultura ada di sini, sehingga pemerintah pusat menetapkan daerah ini sebagai kawasan food estate. Kenapa, hortikulturanya sangat bagus. Melalui program ini, harapannya niaga komoditas hortikultura dapat dikelola dengan bagus,” tandasnya. (cas)

Keterangan Foto: WAMENDAG Dr Jerry Sambuaga bersama anggota Komisi VII DPR RI, Ir Lamhot Sinaga memberi keterangan pers saat melakukan kunker ke Humbahas. Waspada/Ist

  • Bagikan