Golput "Pemenang" Pilkada Asahan, Bukan Surya-Taufik - Waspada

Golput “Pemenang” Pilkada Asahan, Bukan Surya-Taufik

  • Bagikan

 

KISARAN (Waspada): Pada hakekatnya “pemenang” Pilkada Kab Asahan pada hasil Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Asahan 2020 bukanlah Paslon No urut 2 Surya-Taufik Zainal Abidin (ST20), melainkan angka golput (tidak memilih) yang dinilai cukup tinggi mengalahkan tiga Paslon yang bertarung.

Hasil Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Asahan 2020 yang berlangsung selama dua hari 16-17 Desember 2020, dari tiga Paslon, Paslon No urut 2 Surya-Taufik Zainal Abidin, berhasil menduduki angka tertinggi dengan perolehan suara 139.005 suara, kemudian disusul No urut 1 Nurhajizah Marpaung – Henri Siregar (Nuri) dengan perolehan 101.124 suara, dan Paslon No urut 3 Rosmansyah – Winda Fitrika (Roswin) memperoleh angka 67.985 suara, sedangkan suara yang tidak sah sebanyak 6.168 suara.

Namun berdasarkan data saat pleno, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah pemilih pindahan, dan pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dan menggunakan hak pilihnya menggunakan E-KTP sebanyak 516.368 orang yang terdaftar, tetapi yang menggunakan hak pilihnya hanya sebanyak 314.282 orang, dan yang tidak pemilih (golput-red) sebanyak 202.086 orang, sehingga pada hakikatnya angka golput menang Pilkada Asahan 2020.

Ketua Umum HMI Cabang Kisaran Asahan Andri Hermawan Purba, saat berbincang dengan Waspada, melihat fenomena ini menilai ada tiga faktor yang membuat angka golput menjadi “pemenang”, karena masih banyak masyarakat yang tidak peduli dan percaya bahwa Pilkada sebagai sarana perubahan pembangunan di Asahan, mereka menilai pesta demokrasi ini bukan untuk rakyat, melainkan untuk keuntungan bagi tim sukses dan Parpol pendukung.

“Sehingga banyak masyarakat berpikir, siapapun Bupati Asahan, pemerintah tetap jalan. Sehingga masih banyak masyarakat yang enggan memberikan hak suaranya,” jelas Andri.

Sedangkan faktor lainnya, kata Andri, adalah masih banyak masyarakat yang mengharapkan politik uang (serangan fajar-red), sehingga bila mereka tidak mendapat uang maka mereka tidak akan memilih.

“Terakhir, walaupun tidak dominan adalah pengaruh bencana banjir, sehingga masyarakat tidak memilih karena sibuk dalam menyelamatkan diri dari bencana,” jelas Andri.

Oleh sebab itu, Andri, mengharapkan pemenang Pilkada Asahan untuk lebih fokus dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) masyarakat, sehingga angka golput bisa ditekan pada Pilkada mendatang.

“Secara umum untuk pembangunan fisik, Asahan sudah cukup baik. Namun yang paling utama adalah pembangunan SDM masyarakat, sehingga masyarakat bisa ikut serta dalam pembangunan terutama dalam mensukseskan Pilkada,” jelas Andri.

Secara terpisah tokoh masyarakat F Simarmata yang juga Dewan Pembina LSM Petir Asahan kepada Waspada menjelas faktor masa pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu penyebab tingginya angka Golput pada Pilkada di Kab Asahan, walaupun pemerintah dalam hal ini
KPU telah menjalan Prokes (Protokol Kesehatan) saat Pilkada tahun ini, jelas Simarmata.(a19/a20)

Waspada/Sapriadi
Proses Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Asahan 2020, secara tertulis pemenang Pilkada Asahan Paslon no urut 2 Surya-Taufik Zainal Abidin (ST20) dengan perolehan 139.005 suara.

  • Bagikan