Waspada
Waspada » Gejala COVID-19, Nelayan Asahan Meninggal Di RSUD Tanjungbalai
Headlines Sumut

Gejala COVID-19, Nelayan Asahan Meninggal Di RSUD Tanjungbalai

Jenazah nelayan yang meninggal di RSUD Tanjungbalai dikebumikan sesuai standar penanganan orang diduga terpapar COVID-19 di TPU Dusun VII, Desa Kapias Batu VIII, Kec. Tanjungbalai, Kab. Asahan Kamis (9/4). Waspada/Ist
Jenazah nelayan yang meninggal di RSUD Tanjungbalai dikebumikan sesuai standar penanganan orang diduga terpapar COVID-19 di TPU Dusun VII, Desa Kapias Batu VIII, Kec. Tanjungbalai, Kab. Asahan Kamis (9/4). Waspada/Ist

TANJUNGBALAI (Waspada) : Seorang nelayan asal Kabupaten Asahan meninggal di RSUD Tanjungbalai dengan gejala penyakit sesak napas, batuk dan demam Kamis (9/4).

Koordinator Humas Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Tanjungbalai, Walman Riadi P Girsang, menyatakan, pasien berinisial AS, 28, warga Desa Kapias Batu 8, Kec. Tanjungbalai, Kab. Asahan, datang ke RSUD Tanjungbalai pada Kamis dini hari.

“Keluhan awalnya batuk, demam dan sesak nafas, dan saat diperiksa temperatur suhu badannya mencapai 36,6 derajat celsius,” ujar Walman.

Satu jam dirawat di RSUD, lanjut Walman, pasien itu meninggal dan berdasarkan persetujuan keluarga, pasien dimakamkan sesuai protokoler penanganan orang yang diduga terpapar COVID-19.

Adapun tindakannya, kata Walman, jenazah diberikan cairan disinfektan dan dibungkus plastik serta dilakban. Kemudian, jenazah dimasukkan ke peti kayu dan dilaksanakan shalat jenazah.

Punya Riwayat Asma

Kades Kapias Batu VIII Kislan mengatakan kepada Waspada, AS memiliki riwayat penyakit asma dan sudah sering kambuh.

“Dia memang selama ini ikut kapal ikan di laut Batam, karena sakit maka dipulangkan ke kampung, apalagi saat ini awak kapal tidak diizinkan merapat turun ke Batam,” ujar Kislan.

Di kampung, lanjut Kislan, AS dibawa berobat ke Puskesmas dan bidan. Akan tetapi, mengingat penyakitnya tak kunjung sembuh, lantas keluarga membawanya ke RSUD Tanjungbalai hingga akhirnya meninggal.

“Kita belum mengetahui tindakan apa saja yang dilakukan paramedis selama dia dirawat,” ujar Kislan. Hanya saja, lanjut Kislan, pihak rumah sakit memberikan dua opsi, pertama dilakukan test laboratorium namun jenazah belum bisa dimakamkan hingga hasilnya keluar.

Opsi kedua, jenazah bisa dimakamkan, tapi penanganannya sesuai dengan protokoler penanganan orang yang diduga terpapar COVID-19. “Keluarga memilih opsi kedua,” ujar Kislan.

Kendati demikian, menurut Kislan, berdasarkan pernyataan Camat Tanjungbalai, M Idris Hasibuan, keluarga AS, akan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Informasi diperoleh Waspada, pasien AS tiba di RSUD Tanjungbalai pada pukul 00.30 dan satu jam kemudian dinyatakan meninggal namun belum sempat dilakukan penanganan medis berupa rapid test dan test swab. (a14/a32)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2