Waspada
Waspada » Gara-gara PT LNK, Warga Langkat Gelap Gulita
Sumut

Gara-gara PT LNK, Warga Langkat Gelap Gulita

Dusun Lauburon, Desa Kutambaru, Kab. Langkat, puluhan tahun tak menikmati penerangan listrik. Waspada/ist
Dusun Lauburon, Desa Kutambaru, Kab. Langkat, puluhan tahun tak menikmati penerangan listrik. Waspada/ist

LANGKAT (Waspada): Kehadiran perusahaan seharusnya membawa dampak baik bagi masyarakat sekitarnya. Namun tidak demikian yang dirasakan warga Dusun Lauburon, Desa Kutambaru, Kec. Kutambaru, Kab. Langkat. Karena adanya PT. Langkat Nusantara Kepong (LNK), mereka harus hidup dalam gelap gulita selama puluhan tahun.

Bagaimana tidak, usulan warga untuk mendapatkan listrik sampai saat ini masih terganjal oleh perusahaan milik negara tetangga tersebut.

Menurun keterengan Kepala Dusun (Kadus) Lauburon, Darma Esa, mengatakan Kecamatan Kutambaru sudah mekar dari Kecamatan Salapian sudah berusia 10 tahun. Bahkan, saat ini sudah tiga kali pemilihan Kades dan pergantian camat. Tetapi warga Lauburon tetap tidak mendapatkan penerangan.

“Dusun kami sudah puluhan tahun tidak pernah tersentuh penerangan listrik. Selama ini kami hanya memakai mesin genset,” ujar Darma Esa belum lama ini.

“Jumlah penduduk Dusun Lauburon saat ini dihuni sekitar 50 kepala keluarga. Dari 50 kepala keluarga hanya empat kepala keluarga yang memiliki mesin genset. Bagi masyarakat yang tidak memiliki mesin ginset harus menggunakan lampu sentir atau lampu teplok,” bebernya.

Untuk mendapatkan listrik, kata Darma Esa, sudah dilakukan segala macam upaya. Semenjak dipimpin Kades Molana sudah diusulkan ke pihak PLN dan pihak PLN menyetujui. “Namun yang menjadi persoalan pembebasan lahan. Soalnya kampung halaman kami ini dikelilingi perkebunan PT. LNK Perkebunan Marike,” ungkapnya.

Dari pihak PT. LNK Perkebunan Marike, sambung Darma Esa, sejauh ini belum memberi jawaban atas permohonan yang dilakukan warga. “Bahkan sampai tiga kali pergantian kades dan camat surat permohonan kami pun tidak pernah dibalas oleh pihak PT LNK,” sebutnya.

Persoalan ini, tambah Darma Esa, sudah sampai ke Bupati Langkat Terbit Rencana. Namun, belum ada tindak lanjut yang berarti. “Jawaban terakhir dari pihak kebun yang kami terima, bahwa surat permohonan itu sudah sampai ke Direksi PTPN 2 dan PT. LNK,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Humas PTPN 2 Tanjungmorawa S. Panjaitan, saat dikonfirmasi via selulernya, mengakui sudah pernah melihat usulan tersebut. “Yang jadi masalah lintasan jaringan itu masuk areal perkebunan. Dikhawatirkan menganggu produksi. Tapi kalau ada lintasan lain tidak masalah,” ujar S Panjaitan.

Disinggung upaya perkebunan dan pihak terkait untuk mencari lintasan lain agar warga secepatnya dapat penerangan istrik, S Panjaitan belum dapat memberikan keterangan secara pasti. “Nanti saya koordinasikan lagi,” ucapnya. (crh/a05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2