Waspada
Waspada » Galian C illegal Di B.Kuis Kembali Beroperasi Lagi
Sumut

Galian C illegal Di B.Kuis Kembali Beroperasi Lagi

ALAT berat sedang memuat tanah timbun dari galian C illegal di Desa Sena Kecamatan Batangkuis untuk dijual ke luar daerah dengan harga bervariasi. Waspada/Khairul K Siregar
ALAT berat sedang memuat tanah timbun dari galian C illegal di Desa Sena Kecamatan Batangkuis untuk dijual ke luar daerah dengan harga bervariasi. Waspada/Khairul K Siregar

BATANGKUIS (Waspada) : Walaupun sempat vakum beberapa waktu lamanya, galian C illegal di Kecamatan Batangkuis kini kembali kambuh dan beroperasi lagi hingga perlu tindakan tegas dari aparat terkait Pemkab Deliserdang.

Pantauan Waspada di lapangan, Kamis (16/7), galian C illegal itu berada di Desa Sena Kecamatan Batangkuis tepatnya Dusun VI.

Menurut informasi, galian C illegal itu sudah berlangsung beberapa bulan. Setiap harinya puluhan truck hilir mudik memasuki lokasi untuk mengangkut material berupa tanah timbun di areal eks HGU PTPN II Kebun Bandar Klippa.

Mudahnya mereka mengambil tanah timbun dari areal eks HGU PTPN II Kebun Bandar Klippa karena tidak adanya pengawasan dari pihak terkait baik pihak keamanan maupun pemerintah Kecamatan setempat .

“Truk-truk itu mulai beraktivitas pada jam tertentu yakni pukul 8 pagi. Setiap harinya puluhan truk silih berganti keluar masuk areal membawa tanah timbun untuk kemudian dijual ke luar daerah dengan harga bervariasi.” sebut warga yang enggan menyebut jati dirinya.

Merusak Jalan

Masyarakat sebenarnya sudah resah dengan banyaknya truk itu melintas dan membawa bahan material. Selain itu akibat seringnya truk itu melintas dengan membawa tanah timbun, jalan yang selama ini dibangun pemerintah juga terlihat mulai rusak.

Untuk menindaknya, warga mengaku tidak berani karena di lokasi selalu dijaga baik oleh oknum OKP maupun pemuda setempat.

Setiap sopir truk yang keluar dari areal dengan membawa tanah timbun untuk dibawa dan dijual keluar diduga membayar Rp5 ribu kepada pemuda setempat yang menjaga. Tidak diketahui untuk apa uang itu diberikan sopir.

“Kalau galian itu sudah beberapa bulan ini berjalan. Saya tidak tau siapa pemiliknya yang penting saya tidak diganggu mereka untuk berjualan mencari nafkah,” ucap Wak Andi yang rumahnya tidak jauh dari lokasi.

Tanah timbun yang diambil dari areal eks HGU PTPN II Kebun Bandar Klippa itu selain dijual kepada masyarakat luar juga ke perusahaan kilang untuk pembuatan batu bata dengan harga bervariasi dan tergantung lokasi mengantarnya.

Wewenang Satpol PP

Sementara itu, Camat Batangkuis Avro Wibowo yang dikonfirmasi terkait kambuhnya galian C illegal itu mengaku sudah berulangkali melayangkan surat kepada pihak pengelola, namun aksi itu tetap berjalan.

“Kita sudah lakukan upaya yakni menyurati pengelolanya dan tembusan suratnya juga kita sampaikan ke Pemkab Deliserdang dalam hal ini Satpol PP biar mereka yang menyetop sesuai kewenangannya”tegas Avro. (a14/B)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2