Waspada
Waspada » Gadis Di Bawah Umur Digilir 5 Pria
Headlines Sumut

Gadis Di Bawah Umur Digilir 5 Pria

Wakapolres Sergai Kompol Sofyan dudampingi dampingi Kasat Reskrim AKP. Pandu Winata, SIK, Kasubag Humas AKP. Sofian, KBO Reskrim Iptu.Adi Santika saat Konfrensi Pers pengungkapan kasus pencabulan dengan lima tersangka , Sabtu (27/2) di Mapolres Sergai di Jl.Negara Sei Rampah. Gadis Di Bawah Umur Digilir 5 Pria. Waspada/Ist
Wakapolres Sergai Kompol Sofyan dudampingi dampingi Kasat Reskrim AKP. Pandu Winata, SIK, Kasubag Humas AKP. Sofian, KBO Reskrim Iptu.Adi Santika saat Konfrensi Pers pengungkapan kasus pencabulan dengan lima tersangka , Sabtu (27/2) di Mapolres Sergai di Jl.Negara Sei Rampah. Gadis Di Bawah Umur Digilir 5 Pria. Waspada/Ist

 

SEIRAMPAH (Waspada): Gadis di bawah umur usia 14 tahun sebut saja Cempaka warga Kecamatan Sei Rampah Kab. Serdangbedagai (Sergai) digilir 5 orang pria yang merupakan warga Kec.Bintang Bayu Kab.Sergai.

Kelima pria pelaku cabul tersebut KS,18, MF,20, MRA,19, AK ,23, dan EK,19, akhirnya berhasil diringkus Tim Scorpions Sat Reskrim Polres Sergai dari lokasi berbeda.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang melalui Wakapolres Kompol. Sofyan di dampingi Kasat Reskrim AKP. Pandu Winata, SIK, Kasubag Humas AKP. Sofian dan KBO Reskrim Iptu.Adi Santika saat Konfrensi Pers, Sabtu (27/2) di Mapolres Sergai di Jl.Negara Sei Rampah mengatakan kelima tersangka merupakan pelaku pencabulan anak di bawah umur sebut saja Cempaka,14, warga Kec. Sei Rampah yang terjadi Jumat (8/1) dini hari.

Peristiwa miris tersebut terungkap lanjut Wakapolres, dari pengakuan CT,15, merupakan sepupu Cempaka, Minggu (17/1) lalu, saat itu CT menceritakan kejadian itu kepada SR,28, ibu Cempaka, CT mengatakan bahwa Cempaka telah disetubuhi 5 pria yang baru mereka kenal, salah satunya berinisial EK.

Untuk memastikan imbuh Wakapolres, SR memanggil Cempaka untuk memastikan kejadian itu, akhirnya Cempaka mengatakan bahwa Kamis (7/1) lalu sekitar pukul 20:00, Cempaka dn CT sedang menonton hiburan organ tunggal (Keyboard) di salah satu Desa di Kec Sei Rampah dan berkenalan dengan kelima pelaku.

Ditambahkan Wakapolres, kemudian menurut Cempaka, kelima pelaku mengajak Cempaka dan CT untuk melihat balap liar di Jalinsum Medan Tebing Tinggi persisnya di Desa Pon, Kec Sei Bamban, hingga pukul 02:00 dinihari, kemudian Cempaka dan CT meminta untuk diantarkan ke rumah neneknya di Perbaungan.

“Dalam perjalanan ke Perbaungan ternyata kelima pelaku membawa kedua korban ke areal kebun sawit PTPN II Kebun Melati, Kec Pegajahan, di lokasi itulah ke lima pelaku memaksa kedua remaja yang masih berstatus pelajar SMP untuk membuka pakaian, Cempaka yang takut menuruti permintaan kelima pelaku, namun CT berontak menolak,” papar Kompol Sofyan.

Setelah itu sehut Wakapolres, kelima pelaku menggilir Cempaka, kemudian kelima pelaku mengantarkan Cempaka dan CT sampai ke Perbaungan.

Setelah mendengar pengakuan Cempaka ujar Wakapolres, SR langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Sergai dengan nomor:LP/29/I/2021/SU/RES SERGAI.

“Hasil penyelidikan Sat Reskrim, Senin (15/2) diketahui EK pernah berkomunikasi melalui telepon seluler dengan CT, pihak kita pun memanfaatkan CT untuk kembali melakukan komunikasi dengan EK, akhirnya EK terpancing dan datang untuk menemui CT yang langsung dibekuk, keesok harinya dengan telepon seluler milik EK memancing ke empat teman EK untuk bertemu di Dolok Masihul, namun yang muncul hanya MF dan langsung diringkus”, terang Kompol.Sofyan.

Ditambahkan Wakapolres, dengan bekal telepon seluler MF, Polisi kembali memancing ketiga pelaku untuk bertemu di Dolok Masihul, begitu ketiganya muncul langsung diringkus.

” Selain kelima tersangka, pihak kita juga mengamankan barang bukti tiga unit sepeda motor Honda CB BK 2928 CAY, Honda CB BK 4287 XAW dan Honda Vario BK 6781 NAP, jaket sweater yang digunakan sebagai alas, kaos dan celana jeans biru,” beber Kompol. Sofyan.

Kelima tersangka sebut Wakapolres, dijerat Pasal 81 ayat (1)(2)(3) Jo Pasal 76 subs Pasal 28 ayat (1)(2) Jo Pasal 76E dari Undang-Undang RI nomor. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI nomor.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

“Karena dilakukan secara bersama-sama maka ditambah sepertiga dari ancaman pidana sehingga ancamannya bertambah menjadi 20 tahun penjara,” pungkas Kompol Sofyan. (a15/C)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2