Waspada
Waspada » Gadis Di Bawah Umur Di Sibolga Digilir 4 Pria 
Sumut

Gadis Di Bawah Umur Di Sibolga Digilir 4 Pria 

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Daerah mendesak pihak kepolisian segera menangkap pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Waspada/Haris Sikumbang

SIBOLGA (Waspada): Gadis di bawah umur di Sibolga digilir 4 pria yang dikenalnya dari media sosial facebook.

Kejadian itu terungkap, saat pihak keluarga membaca percakapan messenger gadis di bawah umur di Sibolga digilir 4 pria dengan salah seorang diduga pelaku berinisial Ri berisi cerita orang dewasa.

Dalam percakapan itu, Ri bertanya kepada korban apakah masih menstruasi atau sudah selesai. Namun saat ditanya, Ri membantah mengirim pesan itu kepada korban. Ri justru menyebut pesan itu dikirim oleh temannya berinisial Far.

Merasa curiga dan geram, pihak keluarga pun memanggil semua orang yang terlibat dalam kejadian itu untuk menanyakan maksud messenger tersebut.

“Awalnya anak kami ini tidak mau menceritakan, karena takut dan trauma. Tapi setelah kami desak dia pun menceritakan semua kejadian itu,” kata keluarga korban kepada Waspada, Kamis (24/9) malam.

Setelah menginterogasi ke 4 pria itu, salah satu diantaranya berinisial Far mengaku telah menodai korban. Perbuatan tak terpuji itu mereka lakukan pertama sekali di Desa Mela, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Yang membuat pihak keluarga bertambah geram, saat Far mengaku bahwa ia tidak sendirian melakukan itu, tapi bersama tiga orang teman lainnya yakni Ri, Ro, dan Fau.

Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak Kepolisian. Far dilaporkan ke Polres Tapteng, Senin (7/9) dengan nomor Surat Tanda Penerima Laporan (STPL) nomor : STPL/204/IX/2020/SU/RES Tapteng/SPKT.

Namun, pihak polisi menyarankan, tiga pelaku lagi untuk dilaporkan di Mapolres Sibolga, dengan alasan lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polres Sibolga.

Kemudian keluarga kembali membuat laporan, dengan dua laporan terhadap 3 orang pelaku, yakni dengan nomor : STTLP/187/IX/2020/SPKT dan laporan lainnya dengan nomor : STTLP/188/IX/2020/SPKT.

Di Polres Tapteng sendiri, lanjut keluarga, hingga saat ini mereka belum mengetahui perkembangan hasil penyelidikannya, sementara di Polres Sibolga untuk dua laporan tersebut, keluarga sudah menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP).

Desak Tangkap Pelaku

Ketua umum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Daerah (AMPD), Raju Firmanda Hutagalung, didampingi Sekretaris Umum, Aidil Safikran Panggabean SE, Bendahara Umum, Ali Usman Simatupang, dan Koordinator Umum, Helmi Mashudi Nasution (Bung Hot), meminta pihak kepolisian di dua daerah itu segera mengambil tindakan dan menangkap para pelaku.

“Sehubungan dengan telah dilaporkannya orang-orang yang terlibat dalam pencabulan yang dilakukan kepada anak dibawah umur, kami meminta pihak

Polres Sibolga dan Polres Tapanuli Tengah menangkap menangkap pelaku agar tidak berkeliaran bebas diluar,” kata Raju. (c03)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2