Waspada
Waspada » Fitri Hariana, STP: Giatkan Edukasi Pangan Alternatif Sorgum
Sumut

Fitri Hariana, STP: Giatkan Edukasi Pangan Alternatif Sorgum

Waspada/ist Fitri Hariana, STP bersama Plt Kadisdiksu Lasro Marbun saat berkunjung ke SMA Negeri 1 Pantai Labu Kabupaten Deli serdang.

 

DELISERDANG(Waspada): Menjadi guru masa Pandemi Covid-19, perlu kreatif dan gagasan cemerlang yang bisa membangun semangat belajar sekaligus kewirausahaan.

Demikian disampaikan, Fitri Hariana, STP, selaku Guru Biologi / Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di SMA Negeri 1 Pantai Labu Kabupaten Deli serdang Provinsi Sumatera Utara,Selasa(9/2).

Kata dia, sistem pembelajaran biologi berbasis kewirausahaan di era Pandemi Covid-19 yakni  Edukasi Pangan Alternatif Sorgum.

Mengapa sorgum?
Dijelaskanya, sorgum termasuk tanaman budi daya yang tidak sulit. Tapi perlu  perawatan  sejak tanam sampai panen. Setelah itu bisa dilakukan penanganan pasca panen dengan sistem pengolahan hingga jadi tepung.

“Sorgum bisa jadi tepung dan aneka olahan sorgum (Sorgum bicolor, L). Dengan begitu siswa bisa mengembangkan life skill serta keterampilan untuk berwirausaha sambil sekolah, bisa menghasilkan uang juga sebagai penambah uang saku,”paparnya.

Disebutkan, dalam kegiatan pembelajaran biologi, yang dilaksanakan untuk siswa
di kelas X SMA yang sesuai materi Biologi tentang  keanekaragaman hayati dan pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai sumber bahan pangan.

Untuk siswa di kelas XI SMA yakni, sesuai materi Biologi tentang makanan dan sistem pencernaan makanan.

Sedangkan untuk siswa kelas XII SMA yakni,  sesuai materi Biologi tentang,pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

“Nah, dalam materi keanekaragaman hayati dijabarkan materi manfaat keanekaragaman hayati tersebut. Lalu, ada materi tentang upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Jadi program yang saya lakukan mengajak masyarakat dan siswa ikut serta melakukan upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan menanam lahan kosong menjadi lahan produktif yang bisa menghasilkan tanaman pangan minimal untuk kebutuhan rumah tangga masing-masing seperti tanaman sorgum,”paparnya.

Hal lain disampaikannya, dalam sistem pembelajaran, respon siswa sangat baik, dan menjadi termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dan ikut menanam sorgum di rumah.

Selain itu siswa menjadi lebih senang dan semangat untuk  belajar Biologi karena selain mendapatkan ilmu dna nilai dalam pembelajaran Biologi  tentang budidaya sorgum.

Apresiasi Plt Kadisdiksu

Belum lama ini, sambung guru biologi ini, Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut,Lasro Marbun, melakukan kunjungan mendadak, ke beberapa sekolah di Cabang Dinas Pendidikan Lubuk Pakam, termasuk ke SMAN 1 Pantai Labu,dengan Kepala Sekolah Masnida Herawaty Pasaribu, S.Pd.

“Kebetulan saya di sekolah saat kunjungan berlangsung, karena masih mengerjakan beberapa tugas sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Akhirnya saya  ajak Pak Lasro melihat tanaman sorgum /cantel ( Sorgum bicolor,L) yang kami tanam, dan beliau memberikan respon yang sangat positif. Apalagi melihat beberapa hasil panen dan olahan sorgum yang saya tunjukkan ke beliau yaitu benih (bibit sorgum ) dan tepung sorgum yang sudah kami kemas ( packaging ) dan labeling ( diberi stiker merk /branding) dengan branding.”

Benih sorgum Smansa Palabu dan Tepung sorgum Smansa Palabu. Tentu saya merasa bahagia bisa bertemu langsung dengan Plt Kadisdiksu yang juga mengapresiasi sistem edukasi kewirausahaan untuk siswa,” ungkapnya.(m22)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2