Fenomena La Nina 2 Titik Jalan Amblas, 2.086 Rumah Terendam Banjir Di Asahan

  • Bagikan

KISARAN (Waspada): Akibat curah hujan tinggi dampak dari fenomena La Lina mengakibatkan dua titik jalan amblas dan longsor, tidak hanya itu terdata 2.086 rumah terendam banjir di tujuh desa pada 5 kecamatan di Kab Asahan.

Kepala BPBD Asahan Asrul Wahid, saat ditemui dan dikonfirmasi Waspada, Jumat (26/11), menjelaskan laporan sementara yang diterima untuk tanah amblas baru dua titik, yaitu di Dusun I Desa Gotting Sidodadi, penghubung Desa Silau Jawa, Kec Bp Mandoge, jalan hotmix amblas sepanjang sekitar 32 meter dengan kedalaman sekitar 12 meter. Selain itu satu tiang listrik ikut tumbang, mengakibatkan dua trafo padam mengakibatkan matinya listrik di dua desa (Gotting Sidodadi dan Silau Jawa).

“Selain itu, masuk laporan jalan penghubung jembatan di Desa Karya Ambalutu, Kec Buntupane, amblas. Namun untuk situasinya masih kita pantau ke wilayah itu,” jelas Asrul.

Secara umum, kata Asrul, perkiraan cuaca dari BMKG, wilayah Asahan curah hujan cukup tinggi, dan ini merupakan dampak dari fenomena La Nina (sebuah fenomena yang ditandai dengan suhu lebih dingin di kawasan Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, sementara di bagian barat lebih panas, yang memicu meningkatkan curah hujan tinggi) yang terjadi mulai November 2021- Februari 2022, sehingga masyarakat dihimbau untuk selalu berhati-hati dan waspada dengan kondisi alam ini.

“Kita masih di lapangan untuk mengumpulkan data dan memantau situasi terkait dampak curah hujan tinggi di beberapa wilayah di Kab Asahan dengan membagi beberapa tim,” jelas Asrul.

Sedangkan Sekretaris BPBD Kab Asahan Jhony H Sihotang, menambahkan untuk data sementara banjir di Asahan melanda tujuh desa pada lima kecamatan, dengan pembagian Kec Simpang Empat, Desa Seiduahulu 1.561 KK, Sungai Lama 25 KK. Kec Seidadap Desa Perkebunan Sei Dadap III/IV 20 KK. Kec Tinggiraja, Desa Terusan Tengah 115 KK. Kec Setia Janji, Desa Sei Silau Lama 285 KK, Desa Bangun Sarai 55 KK, dan Teluk Dalam 25 KK.

“Total keseluruhan data sementara yang kami himpun sebanyak 2.086 KK yang terkena banjir, Bencana ini dampak dari curah hujan tinggi dan meluapnya sungai yang ada di Asahan,” jelas Jhony.

Kondisi Alam
Sedangkan di lain tempat Camat BP Mandoge Kab Asahan Muliadong, menuturkan amblasnya jalan di wilayahnya Desa Gotting Sidodadi penghubung desa Silau Jawa, karena ada pergeseran tanah, menurutnya berdasarkan laporan kejadian pada Kamis (25/11) malam sekitar pukul 11.00 WIB, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun jalan ini tidak bisa digunakan dan harus menggunakan jalur alternatif sepanjang sekitar 2 Km.

“Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, karena ada jalur alternatif, sehingga roda perekonomian bisa tetap jalan,” jelas Muliadong.

Menurutnya, tanah amblas ini sering terjadi di wilayahnya, mengingat BP Mandoge merupakan dataran tinggi, bila curah hujan tinggi maka maka terjadi pergeseran tanah. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau selalu waspada.

“Saat ini curah hujan cukup tinggi, sehingga kita tetap melakukan pemantauan di beberapa wilayah yang rawan bencana,” jelas Muliadong. (02/a19/a20)

Waspada/Sapriadi
Jalan di Dusun I Desa Gotting Sidodadi penghubung Desa Silau Jawa, Kec BP Mandoge amblas sepanjang 32 meter dengan kedalaman hingga 12 meter disebabkan pergeseran tanah.

Waspada/Ist
Personil BPBD Kab Asahan sedang meninjau banjir di Kec Simpangempat, dikarenakan luapan sungai akibat curah hujan tinggi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *