Waspada
Waspada » Fasilitas Dinilai Amburadul, Pasien RSU Parapat Memilih Pindah Ke RS Swasta
Sumut

Fasilitas Dinilai Amburadul, Pasien RSU Parapat Memilih Pindah Ke RS Swasta

Kondisi pasien saat berada diruang inap UGD RSU Parapat, Selasa (7/1). Waspada/Ramsiana Gultom
Kondisi pasien saat berada diruang inap UGD RSU Parapat, Selasa (7/1). Waspada/Ramsiana Gultom

PARAPAT (Waspada) : Penyebab pelayanan dinilai amburadul dan fasilitas kurang lengkap, membuat pasien Rumah Sakit Umum (RSU) Parapat merasa kecewa dan memilih untuk pindah ke salah satu rumah sakit swasta di Pematangsiantar. Hal itu disampaikan, S Silalahi(51) selaku ayah pasien, Frans Silalahi(22) kepada awak Media saat berada di RSU Parapat, Selasa (7/1) sekira jam 10.30 WIB.

Silalahi mengaku, pihaknya selaku pasien merasa miris dan kecewa melihat fasilitas kamar di UGD RSU Parapat. Kondisi tempat tidur pasien ditempatkan di pintu kamar mandi kamar inap.

“Tujuan kita datang ke sini mau berobat , tapi malah menambah penyakit, coba kita fikir, bagaimana mau sembuh penyakit sedangkan tempat tidur anak saya dibuat di pintu kamar mandi (WC), ya jelas meresahkan karena baunya,” ungkap Silalahi dengan nada kesal.

Ketika ditanya penyakit di derita pasien, Silalahi mengatakan anaknya mengidap penyakit tifus dan sudah tiga hari dirawat inap namun tak ada perobahan. “Hasil pemeriksaan dokter, katanya anak saya penyakit tifus, dan selama dirawat di sini tak ada perubahan, makannya kita lebih memilih pindah ke Rumah Sakit swasta di Siantar” kata Silalahi.

Ketika hemdak dikonfirmasi, Direktur UGD RSU Parapat Debora Naibaho belum berada di ruang kerjanya. Sementara KTU RSU Parapat, Lentina Marpaung mengakui bahwa standar bangunan kamar di RSU Parapat belum maksimal.

“Memang standar bagunan kamar inap belum maksimal, karena standar kamarnya dua tempat tidur, kalau memang ada yang komplain pasien gara-gara penempatan tempat tidar, kita ada solusi untuk di pindah ke kamar lantai dua, meski pun demikian, kita akan cek kembali, ” ujar Lentina.

Sayangnya, sebelum berkenan di pindah, pasien yang merasa kecewa memilih pindah ke Runah Sakit lain. Tindakan ini terpaksa diambil pasien sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi kamar yang dinilainya amburadul. (crg)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2