Waspada
Waspada » Excavator Dan Operator Jatuh Ke Sungai Batangtoru
Sumut

Excavator Dan Operator Jatuh Ke Sungai Batangtoru

TIM gabungan masih terus berupaya mencari korban Afwan Ritonga yang diduga hanyut terseret derasnya air Sungai Batangtoru. (Waspada/Ist)

TAPSEL (Waspada): Satu alat berat jenis excavator beserta operatornya, Afwan Ritonga, 38, jatuh dari tebing setinggi 200 meter ke dasar Sungai Batangtoru, Kab. Tapanuli Selatan, Jum’at (4/12) sekira pukul 15:30.

Hingga Sabtu (5/12) siang, korban yang bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) itu belum ditemukan. Saat ini tim gabungan TNI, Polri, BPBD, perusahaan dan masyarakat masih melakukan pencarian.

Firman Taufick, Communications and External Affairs Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) atau pengelola PLTA Batangtoru menyebut, sesuai peraturan perusahaan, pihaknya bertanggungjawab penuh atas kejadian ini.

Dijelaskannya, perbukitan di lokasi yang masuk wilayah Kelurahan Wek I, Kec. Batangtoru itu mengalami longsor pada Kamis (3/12) malam.

Jalan dan paret tertutup material longsor, sehingga alat berat dan kendaraan tidak bisa pulang ke barak.

Pada Jum’at (4/12), Afwan Ritonga membersihkan material longsor dengan memakai excavator.

Namun naas terjadi sekira pukul 15:30. Ketika bekerja di bawah guyuran hujan deras di titik R26, longsor besar terjadi.

Excavator beserta operator terdorong dan jatuh ke jurang sedalam 200 meter, hingga akhirnya terhenti di dasar Sungai Batangtoru.

Mendengar kabar ini, pihak kontraktor menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel dan sebagian karyawan menuju lokasi.

Dengan memakai tali tambang, beberapa orang turun dari atas tebing ke sungai, guna melakukan pencarian korban Afwan Ritonga.

Kondisi hujan deras membuat upaya pencarian terkendala. Bahkan sampai mengupayakan pencarian dengan memakai drone.

Karena sudah malam, atas arahan BPBD, pencarian dihentikan dan dilanjutkan Sabtu (5/12).

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti TNI dan Polri. Sampai kini belum ada kabar penemuan korban yang diduga hanyut terseret derasnya air sungai,” kata Firman.

Saat ini pihaknya juga sedang melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan yang pertama kalinya terjadi sepanjang proses pembangunan PLTA Batangtoru. (a05)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2