Waspada
Waspada » Empat Kriteria Sebagai Penentuan Kelulusan
Pendidikan Sumut

Empat Kriteria Sebagai Penentuan Kelulusan

Kabid PAUD dan Dikdas Disdik Pemko Pematangsiantar Lusamti Simamora. Empat Kriteria Sebagai Penentuan Kelulusan. Waspada/Edoard Sinaga
Kabid PAUD dan Dikdas Disdik Pemko Pematangsiantar Lusamti Simamora. Empat Kriteria Sebagai Penentuan Kelulusan. Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Empat kriteria sebagai penentuan kelulusan peserta didik yakni menyesuaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik, memiliki nilai ujian sekolah dan memperoleh nilai standar kelulusan minimal yang ditetapkan Satuan Pendidikan.

“Hasil ujian sekolah itu, mengacu pada nilai rapor, hasil penugasan, hingga tes jarak jauh yang diterapkan selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), nilai siswa selama lima semester terakhir dan tambahan nilai semester genap untuk kelulusan siswa SMP dan SMA/SMK,” jelas Plt Kadisdik Kota Pematangsiantar Rosmayana melalui Kabid PAUD dan Dikdas Lusamti Simamora, Rabu (27/1).

Sedang penentuan kelulusan bagi siswa SD, imbuh Lusamti, didasarkan pada nilai semester sebelumnya hingga terakhir yakni nilai semester genap.

Penentuan kelulusan itu dilakukan setelah Kemendikbud memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk semua tingkatan pendidikan dan direncanakan tahun 2021, secara resmi diganti menjadi Asesmen Nasional (AN).

Namun, keputusan untuk melaksanakan AN itu berubah, karena terjadinya tren peningkatan kasus Covid-19 di tengah masyarakat, hingga diputuskan menunda pelaksanaan AN 2021.

Menurut Lusamti, sampai saat ini belum ada ketentuan terbaru tentang bagaimana sekolah menentukan kelulusan siswanya untuk tahun pelajaran (TP) 2020/2021. “Pengganti UN nanti, akan ditentukan sekolah berdasarkan Permendikbud No. 43 tahun 2019, di mana sekolah akan membuat target dalam kurikulum yang dipelajari siswanya.”

“Nantinya, Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang akan menjadi penentu kelulusan siswa, seperti yang sudah dilakukan pada tahun sebelumnya,” imbuh Lusamti .

Mengenai ujian akhir semester untuk kenaikan kelas, Lusamti menjelaskan, teknik pelaksanaannya diserahkan kepada pihak sekolah, namun tetap memperhatikan Surat Edaran (SE) Mendikbud No. 4 tahun 2020 dan tidak dilaksanakan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa di satu tempat.

“Ujian akhir semester dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes dalam jaringan (daring) atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya,” sebut Lusamti.(a28/C).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2