EGM AP II Tinjau Penerapan Aplikasi Peduli Lindungi - Waspada

EGM AP II Tinjau Penerapan Aplikasi Peduli Lindungi

  • Bagikan

 

DELISERDANG (Waspada) :
Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Bandara International Kualanamu Heriyanto Wibowo melakukan peninjauan pelaksanaan aplikasi digital validasi dokumen penerbangan PeduliLindungi di kounter check-in tiket terminal keberangkatan lantai II, Rabu (4/8).

Saat itu, EGM PT AP II Kualanamu Heriyanto Wibowo didampingi Senior Manager of Operation and Service Aris Budi Karyono
menjelaskan peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung sejauh mana efektivitas penerapan aplikasi tersebut setelah diberlakukan sejak 1 Agustus 2021.

“Kita melakukan pengecekan, apa kendala dan efektivitasnya setelah diterapkan,” katanya.
Kata dia, karena baru diterapkan masih di sekitaran 40 persen calon penumpang yang mengetahui penerapan PeduliLindungi, dan masih terus dilakukan sosialisasi ke depan.Alhasil nanti calon penumpang tidak lagi antrean di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan kalaupun ke KKP yang benar-benar bermasalah.
Disoal calon penumpang tidak memiliki aplikasi Peduli Lindungi karena tidak memiliki smartphone atau hanya memiliki handphone biasa.

Penumpang bisa melakukan manual saat check- in menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kartu tanda penduduk (KTP).
“Jadi nanti dengan NIK bisa dilihat apakah calon penumpang bisa layak terbang atau tidak,” paparnya.
Sebelumnya, Kualanamu International Airport (KNIA) memberlakukan digital validasi dokumen penerbangan kepada seluruh calon penumpang pesawat.

Setiap calon penumpang wajib mengunduh aplikasi PeduliLindungi.
Kebijakan ini sesuai Surat Edaran Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.01/Menkes/847/2021 Tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan bagi Pengguna Trasportasi Udara yang Terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi.

Digitalisasi validasi dokumen penerbangan yang berkaitan dengan dokumen Kesehatan adalah Surat Keterangan Vaksin dan Hasil Tes Covid-19 yakni RT-PCR dan RT-Antigen.
Aplikasi ini dikalim untuk mempermudah perjalanan calon penumpang di era digital dan memperkuat protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, calon penumpang pesawat wajib melakukan tes Covid-19 di 742 laboratorium yang terintegrasi dengan data New All Record (NAR) Kemenkes, yang mana hasilnya akan langsung diunggah di aplikasi Peduli Lindungi.
Terdapat sekitar 34 laboratorium di Sumatera Utara yang terafiliasi di Kemenkes sesuai Surat Edaran Menkes Nomor 4642/2021 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pemeriksaan Covid-19.(a13/B)

EGM AP II Heriyanto Wibowo saat meninjau penerapan aplikasi peduli lindungi di KNIA. Waspada/Irianto

  • Bagikan