Waspada
Waspada » Dugaan Korupsi Dana DAK Madina, Aktivis Harap Kejagung Ambil Alih
Sumut

Dugaan Korupsi Dana DAK Madina, Aktivis Harap Kejagung Ambil Alih

Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal. Dugaan Korupsi Dana DAK Madina, Aktivis Harap Kejagung Ambil Alih . Waspada/Ist
Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal. Dugaan Korupsi Dana DAK Madina, Aktivis Harap Kejagung Ambil Alih . Waspada/Ist

MADINA (Waspada) : Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi dan Penindasan mendesak Kejaksaan Agung ambil alih kasus dugaan korupsi Dana DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal T.A 2020.

Desakan ini, setelah beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terkait adanya dugaan korupsi dan mark up serta mal adminstrasi yang dilakukan oleh oknum- oknum pemangku kebijakan di Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Sampai hari ini belum ada titik terang terkait penyelesaian dugaan perbuatan melawan hukum tersebut dari pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Taufik Pulungan selaku Koordinator Aksi pada aksi unjuk rasa yang dilakukan berkali-kali di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengatakan kepada Waspada.id melalui Whatshap (WA), Rabu, (07/04), menginginkan agar Kejaksaan Agung mengambil alih proses penyelesaian dugaan korupsi Dana DAK senilai kurang lebih Rp11 Milyar tersebut.

Taufik menginginkan agar kasus ini tidak menjadi permasalahan hukum yang berkepanjangan dikemudian hari dan merusak citra pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Taufik juga berharap agar Kejaksaan Agung untuk segera mengambil langkah-langkah hukum karena menilai bahwa Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terlalu lamban menanganinya.

“Kita menginginkan agar kasus dugaan korupsi Dana DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Madina senilai kurang lebih Rp11 Milyar agar secepatnya diproses secara hukum, kita menilai dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sangat lamban dalam penangannya, kita sudah berkali- kali melakukan aksi demi menyuarakan ini, namun tidak ditindak lanjuti oleh Kejatisu. Maka dari itu kita berharap agar Kejaksaan Agung segera mengambil langkah-langkah kepastian hukum,” ucap Taufik.

Ahmad Fauzi Nasution selaku koordinator lapangan pada aksi sebelumnya di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengatakan, berjanji akan tetap mengawal dugaan korupsi tersebut dengan menyiapkan dokumen dan data-data tambahan lainnya.

Fauzi berjanji akan melakukan aksi unjuk rasa serentak mulai dari Kejaksaan Negeri Mandailing Natal sampai di depan Kantor Kejaksaan Agung dalam waktu dekat. Hingga dugaan perbuatan melawan hukum tersebut mendapat kepastian hukum sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang No.28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan Negara yang Bebas dan Bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

“Dalam waktu dekat jika memang belum ada respon untuk penanganan kasus ini, kita berjanji akan melakukan aksi unjuk rasa serentak,” ucap Fauzi.

Kepala Dinas Pendidikan Madina Ahmad Gong Matua saat dikonfirmasi langsung oleh Waspada.id, Kamis, (08/04), mengatakan, jika dia tidak tahu menahu soal kasus ini karena pada saat kegiatan dana DAK tersebut berjalan, dia belum menjadi Kadis Pendidikan. Dan saat menjabat Kepala Dinas Pendidikan proses kegiatan tersebut telah berjalan dan menurut laporan kegiatan hampir selesai.

“Soal kegiatan dana DAK ini saya tidak tau menau, tanyakan saja kepada kuasa pengguna anggarannya (KPA) saudara Andre, karena saya pada saat dilantik menjadi Kadis, kegiatan tersebut telah berjalan dan kegiatan tersebut dikelola oleh mereka,” ucap Gong.

Sementara itu, Andre yang menjabat sebagai kepala bidang (Kabid) tersebut sekaligus KPA dana DAK Dinas Pendidikan Madina tidak dapat dikonfirmasi Waspada.id dan saat ini tidak diketahui keberadaannya. (Cah)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2