Dua Rumah Ibadah Lockdown Di P.Siantar Akibat Anggota Jemaat Kena Covid-19 - Waspada

Dua Rumah Ibadah Lockdown Di P.Siantar Akibat Anggota Jemaat Kena Covid-19

  • Bagikan

 

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Dua rumah ibadah di Kota Pematangsiantar lockdown (ditutup sementara) akibat anggota jemaat dari masing-masing rumah ibadah itu terkena kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

                                             

“Dua rumah ibadah yang lockdown guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, merupakan rumah ibadah umat Kristen yang berada di Kec. Siantar Selatan dan Kec. Siantar Barat,” jawab Sekretaris Penanganan Covid-19 Pematangsiantar Daniel H Siregar usai mengikuti rapat koordinasi, analisa dan evaluasi penanganan Covid-19 di ruang data Setda, Jl. Merdeka, Selasa (11/5).

Menurut Daniel, gereja pertama yang lockdown, hingga tidak bisa dilaksanakan ibadah pada Minggu 2 Mei dan Minggu 9 Mei, hingga baru bisa beribadah pada Minggu 16 Mei, sedang gereja kedua lockdown pada Minggu 9 Mei dan 16 Mei, hingga baru bisa dilaksanakan ibadah pada 23 Mei.

Sementara, dalam rapat koordinasi, analisa dan evaluasi penanganan Covid-19, Daniel menjelaskan, sesuai data progres kasus konfirmasi Covid-19 per minggu di Pematangsiantar  pada 1 Januari sampai 18 April 2021, jumlah kasus aktif Covid-19 masih terus mengalami fluktuasi sejak 10 minggu ke belakang.

Menurut Daniel, hal itu dapat dilihat walau sejak minggu keenam mulai menurun, tapi minggu ke-10 sampai minggu ke-13 kembali terjadi fluktuasi dan sejak minggu ke-13 sampai minggu ke-15, meningkat signifikan.

Saat ini masih dalam proses pada minggu ke-16, imbuh Daniel. “Kita lihat akhir minggu ini, bagaimana pertumbuhan kasus aktif selanjutnya. Perlu kewaspadaan, karena minggu ke-12 dan minggu ke-14, jumlah kematian akibat Covid-19, rata-rata dua kasus setiap minggunya. Perlu analisis lebih lanjut terkait dengan jumlah kematian yang disebabkan Covid-19 pada minggu ke-12 dan minggu ke-14.”

Daniel juga mengungkapkan, mulai Januari sampai 18 April 2021, jumlah kematian akibat Covid-19 sebanyak 15 kasus, dengan angka CFR sama dengan 3,4 persen. “Sedang angka kematian akibat Covid-19 secara nasional di Indonesia 3,1 persen. Harapan kita, disiplin menerapkan protokol kesehatan, tetap sangat diperlukan, untuk menekan laju penularan.”(a28/C).

Keterangan foto:

Rapat koordinasi, analisasi dan evaluasi penanganan Covid-19 serta pemaparan progres penanganan Covid-19 dipaparkan Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pematangsiantar Daniel H Siregar (kanan berdiri) dilaksanakan di ruang data Setda, Jl. Merdeka, Selasa (11/5).(Waspada-Edoard Sinaga).

 

  • Bagikan