Waspada
Waspada » Dua Orang Warga Sibanggor Julu Dilarikan Ke RSU 
Headlines Sumut

Dua Orang Warga Sibanggor Julu Dilarikan Ke RSU 

Salah Satu Dari Dua Warga Desa Sibanggor Yang Dirawat Di RSUD Panyabungan. Waspada/Ali Anhar Harahap
Salah Satu Dari Dua Warga Desa Sibanggor Yang Dirawat Di RSUD Panyabungan. Waspada/Ali Anhar Harahap

 

MADINA (Waspada): Dua warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dilarikan ke RSUD Panyabungan, Minggu (16/05) sekira pukul 17.00 Wib.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab warga yang bermukim di sekitar WKP PT SMGP mengalami pusing dan muntah-muntah hingga dilarikan ke rumah sakit umum, dan hingga saat ini masih dirawat bernama Parwis, 38, yang berjualan di lokasi Wallpad T, dan Sahat, 50, diketahui merupakan karyawan PT SMGP.

“Saya dan Irul sedang istirahat dan makan siang di warung Parwis, ketika itu muncul asap yang menggumpal ke udara dengan uap yang menyegat menuju arah warung Parwis. Orang yang berada di warung Parwis berlarian dan berhamburan untuk menyelamatkan diri,” ungkap Sahat

“Saya dan Parwis tinggal di warung untuk membantu menutup warung Parwis, tapi naas kami berdua terkontaminasi uap tersebut dan tidak sadarkan diri, seketika saya sadar saya sudah berada di rumah sakit,” ucap Sahat menambahkan

Camat Puncak Sorik Marapi, Akhiruddin Batubara yang di konfirmasi Waspada.id via WhatsApp membenarkan ada dua orang warganya dibawa ke rumah sakit, namun camat tidak merinci apa penyebabnya. Sementara pihak perusahaan hingga saat ini belum ada memberikan penjelasan.

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Penyabungan, dr Rusli Pulungan SpTHT-KL saat dikonfirmasi Waspada.id via seluler membenarkan jika ada dua pasien yang masuk di rumah sakit milik daerah tersebut namun belum ada hasil diagnosa.

“Benar jika ada dua warga Desa Sibanggor yang masuk rumah sakit semalam, dan tim medis kita sudah menanganinya, namun untuk hasil belum ada diagnosanya dan biasanya dokter bagian penyakit dalam yang lebih tau dan saya belum dapat laporan resmi karena saya belum ada meninjau pasien secara langsung,” ujar Rusli. (Cah)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2