Waspada
Waspada » Dua Hari Operasi Yustisi Covid-19, Polres Simalungun Tindak 1000 Pelanggar Prokes
Headlines Sumut

Dua Hari Operasi Yustisi Covid-19, Polres Simalungun Tindak 1000 Pelanggar Prokes

Petugas gabungan Polri, TNI dan Sat Pol PP Simalungun dalam Operasi Yustisi Covid-19 menindak seorang remaja dengan 'push up' karena tidak menggunakan masker untuk mencegah penularan Covid-19, Selasa (15/9). Dua hari Operasi Yustisi Covid-19, Polres Simalungun tindak 1000 pelanggar Prokes. Waspada/Ist
Petugas gabungan Polri, TNI dan Sat Pol PP Simalungun dalam Operasi Yustisi Covid-19 menindak seorang remaja dengan 'push up' karena tidak menggunakan masker untuk mencegah penularan Covid-19, Selasa (15/9). Dua hari Operasi Yustisi Covid-19, Polres Simalungun tindak 1000 pelanggar Prokes. Waspada/Ist

SIMALUNGUN (Waspada): Dua hari Operasi Yustisi Covid-19 digelar secara serentak, Polres Simalungun sudah menindak 1000 masyarakat dan pelaku usaha yang tidak disiplin dalam penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Kabag Ops Polres Simalungun Kompol Suryanto, mengungkapkan itu, Selasa (15/9). Dikatakan, dua hari (Senin dan Selasa, 14-15/9) melakukan Operasi Yustisi Covid-19 di Wilayah Hukum Polres Simalungun, telah menindak sebanyak 1000 masyarakat serta pelaku usaha karena tidak disiplin menggunakan masker serta tidak patuh mengikuti protokol kesehatan.

“Saya terima laporan pelanggaran ini dari para Kapolsek sejajaran Polres Simalungun. Sebayak 1000 warga dan pelaku usaha yang melanggar karena tidak disiplin menggunakan masker dan tidak patuh protokol kesehatan, ditindak,” kata Kabag Ops, Kompol Suryanto.

Sanksi yang dilakukan terhadap pelanggar antara lain berupa bersih-bersih, push up dan lainnya yang memberikan efek pembelajaran kepada warga.

Sebelumnya, Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, menyampaikan dalam penerapan sanksi diselenggarakan dengan memperhatikan mengedepankan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka mengubah perilaku hidup lebih sehat.

Selain tindakan pembinaan, Kapolres juga menyampaikan bahwa sanksi denda administratif juga sudah diatur dalam Perkab Simalungun No.26 Tahun 2020. Jadi siapa yang tidak patuh, nantinya bisa didenda sesuai aturan yang ada, kata mantan Kapolres Tobasa itu mengingatkan.

Lebih lanjut ditegaskan, bahwa operasi Yustisi Covid-19 diharapkan dapat menekan penyebaran virus serta cluster baru Covid-19 dan operasi ini akan terus berlangsung sampai waktu belum ditentukan.

Dia berharap, kepada pelaksana UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Simalungun, seperti pengelola rumah makan, harus membuat fasilitas protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan sebelum masuk, mengatur jarak atau meja makan serta dapat mengingatkan calon pembeli untuk menggunkan masker terlebih dahulu.

“Semoga adanya kegiatan ini masyarakat dapat mematuhi imbauan pemerintah dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” tandas AKBP Agus Waluyo.(a27)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2