Waspada
Waspada » Dua Diduga Otak Pelaku Penganiayaan Di Objek Wisata Danau Lau Kawar Disergap Polisi
Sumut

Dua Diduga Otak Pelaku Penganiayaan Di Objek Wisata Danau Lau Kawar Disergap Polisi

KEDUA pelaku penganiayaan yang diduga otak dari kelompok preman kampung saat diapit petugas di Aula Purpur Sage Wira Satya Nagara (WSN) Polsek Simpang Empat. Waspada/Ist
KEDUA pelaku penganiayaan yang diduga otak dari kelompok preman kampung saat diapit petugas di Aula Purpur Sage Wira Satya Nagara (WSN) Polsek Simpang Empat. Waspada/Ist

TANAH KARO (Waspada): Dua pelaku diduga sebagai otak aksi brutal menganiaya satu keluarga, dan memukul beberapa korban hingga memar di wajah dan punggung, terjadi di depan pintu masuk Danau Lau Kawar, berhasil disergap Kapolsek Simpang Empat bersama anggotanya, saat keduanya bersembunyi di rumah orang tua salah satu pelaku, Sabtu (15/5) sekira pukul 23.00 Wib.

“Kedua pelaku diduga otak dalam aksi penganiayaan itu berinisial NS, 20 dan GADP, 20 keduanya penduduk Desa. Sukanalu, Kecamatan Simpang Empat. Kedua pelaku ini kita sergap dari tempat persembunyiannya di Desa. Samura, Kecamatan Kabanjahe,” Kata Kapolsek Simpang Empat AKP Ridwan Harahap kepada Waspada.id.

Keberadaan keduanya berhasil diendus petugas Polsek Simpang Empat, berkat pelacakan dari ponsel milik salah satu pelaku dan secara maraton petugas segera menyergap kedua otak pelaku ini.

Penangkapan keduanya berawal dari laporan korbannya bernama Ade Chandra, 44 penduduk Jln. Masjid, Kelurahan TL Mulgap, Kecamatan Berastagi. Dengan Laporan Polisi LP/398/V/2021/SU/RES T Karo/SEK Simpang Tanggal 13 Mei 2021.

“Setelah memeriksa saksi-saksi, kami berjibaku segera melakukan pengejaran kedua pelaku yang diduga otak penganiayaan saat bersembunyi di rumah salah satu orang tua pelaku,” terang Ridwan.

Lanjut Ridwan, saat ini pihaknya berhasil mengamankan kedua pelaku dan akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam aksi penganiayaan satu keluarga saat peristiwa itu terjadi.

Sementara itu, dari pengakuan keluarga korban diantaranya para wanita dan anak anak yang ikut dalam rombongan, dan secara jelas menyaksikan aksi brutal yang dilakukan kelompok preman kampung ini, mengaku masih mengalami trauma yang mendalam.

Bahkan mertua Ade Chandra yang sudah berusia 63 tahun, saat itu mencoba melerai sambil berkali+kali minta maaf, juga ikut dianiaya sambil mengancam akan membakar mobil yang mereka tumpangi.

Lanjut keluarga korban, para pelaku saat itu diduga berjumlah banyak dan membawa senjata tajam, cangkul, besi, kayu dan bambu. Dalam peristiwa itu, kelompok pelaku memaksa untuk membuka pintu mobil sambil berkata akan membakarnya.

Tidak sampai di situ, kelompok preman kampung ini juga melakukan perampasan handpone milik istri korban. Saat itu, istri korban merekam aksi brutal kelompok ini, namun satu otak pelaku ini melihatnya dan langsung merampas serta menghapus rekaman itu. Korbanpun dengan cepat merampas kembali handphone dan menyerahkan ke istrinya.

Saat itu diduga otak pelaku bersama kelompoknya emosi dan secara membabi buta melakukan penganiyaan terhadap korban.

Tidak sampai di situ, mertua korban juga mengalami hal yang sama dialami korban, dengan kondisi wajah dan dada mengalami memar bahkan mertua korban sampai saat ini masih trauma dan lemah, ucap keluarga korban.(c02).

Baca juga:

Aksi Beringas Para Pungli Di Lau Kawar Resahkan Pengunjung, Berujung Penganiayaan

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2