Waspada
Waspada » DPRD Samosir Belajar Pengelolaan Sampah Ke Sumbar
Ekonomi Sumut

DPRD Samosir Belajar Pengelolaan Sampah Ke Sumbar

DPRD Samosir belajar pengelolaan sampah ke Kota Pariaman, Sumbar. Waspada/Ist
DPRD Samosir belajar pengelolaan sampah ke Kota Pariaman, Sumbar. Waspada/Ist

SAMOSIR (Waspada) : DPRD Samosir melalui Komisi III, belajar pengelolaan sampah dalam kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Demikian disampaikan Ketua Komisi III DPRD Samosir, Jonner Simbolon, Jumat (13/11) melalui pesan aplikasi WhatssApp.

Rombongan Komisi III DPRD Samosir diterima oleh Sekretaris Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Dian, Lurah Jawi-jawi, Ketua LPM Jawi-jawi dan Ketua Bank Sampah Tunas Muda Kelurahan Jawi-jawi di lokasi Bank Sampah Tunas Muda Kelurahan Jawi-jawi.

Jonner Simbolon,menyampaikan bahwa Kunker ini bertujuan untuk melihat pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat untuk ikut mengelola sampah rumah tangga dan kebijakan pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah.

Sekaitan dengan itu Sekdis LH Kota Pariaman, Dian menjelaskan bahwa untuk luasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Kota Pariaman masih berkisar 1,5 Ha.

Disampaikan Dian, akibat keterbatasan lahan maka Pemerintah Daerah dan Universitas Andalas melakukan pendampingan kepada kelompok-kelompok masyarakat melalui pembentukan Bank Sampah. Salah satu Bank Sampah yang sudah berproduksi yaitu Bank Sampah Tunas Muda, ujar Dian.

Direktur Bank Sampah Tunas Muda, Julhendri menjelaskan bahwa Tunas Muda telah mampu memproduksi pupuk organik padat dan cair yang berasal dari sampah yang diurai dengan mikro organisme dengan menggunakan Ulat Maggot.

“Hasil produksi pupuk organik ini telah mendapat sertifikat akreditasi dari Komisi Akreditasi Nasional dan pupuk organik ini dipasarkan ke beberapa daerah di Sumatera Barat sedangkan permintaannya saat ini cukup banyak,” ujar Julhendri.

Selain itu, Bank Sampah juga memberdayakan masyarakat dengan mengajak masyarakat untuk menabung sampahnya di Bank Sampah yang hasil tabungannya dapat dipergunakan untuk membayar token listrik, pulsa telepon, kurban, Pajak Bumi dan Bangunan.

Untuk proses pengangkutan sampah rumah tangga dilaksanakan setiap hari oleh petugas kebersihan. Ke depan diharapkan dengan semakin berkembangnya kesadaran masyarakat menabung sampah ke Bank Sampah maka kemungkinan TPA tidak diperlukan lagi, tambah Dian.

Untuk kebijakan, Pemerintah Daerah memberikan bantuan peralatan pencacah sampah kering. Hal lain ditambahkan bahwa ulat Maggot yang di produksi Bank Sampah Tunas Muda telah di jual ke beberapa daerah di luar Sumatera Barat.

Mendengar penjelasan atas pengelolaan sampah tersebut Komisi III DPRD Samosir berencana melalui dinas terkait akan mengundang Direktur Bank Sampah Tunas Muda Kelurahan Jawi-jawi untuk memberikan pelatihan ke komunitas masyarakat dan perangkat desa di Kabupaten Samosir.

“Harapan kami, Direktur Bank Sampah Tunas Muda dapat membagi pengalaman dan ilmunya untuk masyarakat Samosir,” ujar Jonner Simbolon.(cts)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2