Waspada
Waspada » DPRD Nyatakan Tidak Akan Pakai Produk Perancis
Headlines Sumut

DPRD Nyatakan Tidak Akan Pakai Produk Perancis

Koordinator aksi, Indra BMT berorasi di mobil komando dalam Aksi Bela Rasulullah di Kota Tanjungbalai, Jumat (6/11). DPRD nyatakan tidak akan pakai produk Perancis. Waspada/Rasudin Sihotang
Koordinator aksi, Indra BMT berorasi di mobil komando dalam Aksi Bela Rasulullah di Kota Tanjungbalai, Jumat (6/11). DPRD nyatakan tidak akan pakai produk Perancis. Waspada/Rasudin Sihotang

TANJUNGBALAI (Waspada) : Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungbalai, Syahrial Bakti menyatakan dewan setempat tidak akan menggunakan produk Perancis dalam rapat dan kegiatan sebagai bukti kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Syahrial menyatakan hal itu melalui pengeras suara dari atas mobil komando Aksi Bela Rasulullah didampingi Wakil Ketua DPRD, Surya Darma AR, anggota dewan Mas Budi Panjaitan, Jumat (6/11). Syahrial menegaskan sudah lama mereka mengusulkan kepada Sekwan agar tidak menggunakan produk negara Menara Paris tersebut.

“Kita buktikan, kita (DPRD) bukan kaleng-kaleng, jauh hari sebelumnya sudah kita sampaikan kepada Sekwan untuk tidak memakai produk Perancis,” ucap Syahrial.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira memberikan masker kepada peserta Aksi Bela Rasulullah. DPRD nyatakan tidak akan pakai produk Perancis. Waspada/Rasudin Sihotang
Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira memberikan masker kepada peserta Aksi Bela Rasulullah. DPRD nyatakan tidak akan pakai produk Perancis. Waspada/Rasudin Sihotang

Syahrial melanjutkan, sosok nabi adalah tauladan bagi umat manusia khususnya Islam, kecintaan terhadap Allah dan Rasulullah melebihi kecintaan terhadap apapun. Bila baginda Nabi Muhammad SAW yang sangat dicintai dihina, dilecehkan, direndahkan, katanya maka dalam darah akan lahir ruhul jihad untuk membela.

Koordinator aksi, Indra BMT sebagai orator menegaskan tidak ada kebebasan yang mengabaikan keyakinan orang lain. Presiden Prancis Emmanuel Macron katanya dengan sadar telah melakukan kesalahan besar di dunia Internasional dengan membela majalah Charlie Hebdo yang memasang kartun Nabi Muhammad SAW dalam ukuran besar.

Macron yang setuju penempelan poster ukuran besar depan publik serta mengeluarkan statemen provokasi menyudutkan Islam adalah contoh kebebasan yang kebablasan. Mereka ujar Indra, secara langsung menantang Umat Islam seluruh dunia.

Maka dari itu, AUI Kota Tanjungbalai menyatakan sikap meminta Pemerintah Indonesia segera mengusir Duta Besar Perancis dari Indonesia. Kemudian meminta menghentikan semua kerja sama dengan Prancis secepatnya, meminta turut serta dalam memberi somasi kepada Perancis, serta boikot produk-produk Perancis.

Orator lainnya, mantan anggota DPRD Kota Tanjungbalai, Afrizal Zulkarnain menegaskan tidak ada satu umat beragama di muka bumi ini rela agamanya dihina, dilecehkan, dicaci maki, dan direndahkan, Seluruh umat manusia katanya wajib mengutuk perbuatan negara Perancis yang telah menumbuhkan bibit perpecahan.

“Kami meminta Presiden Macron meminta maaf dan berhenti mengintimidasi umat Islam di sana, bila mereka tidak mau karena merasa negara super power dan dibela oleh negara besar lainnya, maka umat Islam akan melakukan jauh lebih besar dari yang ada dalam pikiran mereka,” tegas Afrizal.

Aksi bela Rasulullah dimulai dari Bundaran Tugu Adipura depan SMPN 1, berlanjut dengan jalan kaki ke kantor DPRD Kota Tanjungbalai di bawah pengawalan ketat petugas kepolisian. Tampak Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira didampingi Wakapolres Kompol Jumanto, Kasat Lantas AKP HW Siahaan, dan seluruh personel Polres.

Dalam kesempatan itu kapolres dan wakapolres ikut berjalan kaki mengamankan jalannya unjukrasa seraya membagikan masker kepada para peserta sebagai upaya dalam menegakkan protokol kesehatan. Secara simbolis, peserta aksi membakar produk Perancis. (a22/a21)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2