Waspada
Waspada » DPRD Minta Bupati Arif Atasi Kerusuhan Di Madina
Sumut

DPRD Minta Bupati Arif Atasi Kerusuhan Di Madina

DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar ST, MT. DPRD minta Bupati arif atasi kerusuhan di Madina. Waspada/Partono Budy
DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar ST, MT. DPRD minta Bupati arif atasi kerusuhan di Madina. Waspada/Partono Budy

MEDAN (Waspada): DPRD minta Bupati bersikap arif dan bijaksana atasi kerusuhan di Kabupaten Mandailing Natal atau Madina.

“DPRD minta Bupati bersikap arif dan bijaksana atasi kerusuhan di Madina. sehingga diharapkan tidak ada yang dirugikan,” kata anggota DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar ST, MT (foto).

Kepada Waspada, Selasa (30/6), politisi PKS itu merespon aksi demo yang dilakukan warga Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara.

Mereka turun ke jalan mencari keadilan soal dana bantuan langsung tunai (BLT) Covid-19 pada Senin (29/6).

Aksi tersebut akhirnya berujung kerusuhan, yang mengakibatkan tiga kendaraan yang dibakar massa.
Menyikapi ini, anggota Komisi A Abdul Rahim meminta Bupati Mandailing Natal harus segera turun tangan.
“Bupati juga perlu melakukan tindakan dan kebijakan arif dan bijaksana dalam menyelesaikan masalah,” kata ujar Abdul Rahim.

Dengan langkah yang dilakukan bupati, diharapkan tidak ada yang dirugikan dalam hal kejadian ini,” ujar anggota dewan dari Dapil VII.

Wilayah Dapil VII mencakup Tapanuli Selatan, Padangsidempuan, Mandailing Natal, Padanglawas dan Padanglawas Utara.

Selain itu, dia juga memita aparat kepolisian untuk tidak gegabah menangani kasus ini.

Karena ini langsung berhadapan dengan masyarakat.

“Saatnya kepolisian menegakkan peraturan seadil-adilnya, dicari akar masalahnya dan diberikan solusi terbaik untuk kedua belah pihak,” ujarnya.

Menurut Abdul Rahim, persoalan ini terjadi agaknya karena v amburadulnya data kependudukan selama ini.

“Apalagi ada nuansa nepotisme dalam penentuan penerima bantuan tunai,” katanya.

“Ini menjadi catatan penting bagi kepala daerah dalam hal ini Gubernur Sumut dan Bupati/Walikota se Sumut,” katanya.

“Artinya, jangan sampai hal ini menjadi pemicu terjadinya kerusahan, bentrok dan pembakaran di tempat yang lain,” pungkasnya. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2