Waspada
Waspada » DPRD Akan Panggil Satgas Covid-19
Sumut

DPRD Akan Panggil Satgas Covid-19

Wakil Ketua DPRD Toba, Mangatas Silaen. Waspada/Ramsiana Gultom

 

TOBA (Waspada) : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Toba, Mangatas Silaen mengaku kecewa terhadap kinerja Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Toba yang terkesan menutup-nutupi data penyebaran konfirmasi Covid-19.

Pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap Satgas Covid-19 dalam waktu dekat ini. Pernyataan ini disampaikan Mangatas saat dikonfirmasi Waspada, Sabtu (23/1).

Selama ini, kata Mangatas, pihaknya curiga dengan sifat tertutup yang dilakukan pemerintah.

Kesulitan komunikasi dengan Satgas Covid-19 memunculkan banyak pertanyaan warga dan kekecewaan akibat kesulitan mendapatkan informasi seputar penyebaran Covid-19 di Kabupaten Toba.

“Banyak warga yang datang menyampaikan keluhannya kepada kita terkait minimnya data dan sebaran Covid-19, bahkan kalangan Pers juga mengeluhkan hal yang sama.

Kadis Kesehatan tak bisa dihubungi, Sekdis Kesehatan tak mau angkat telefon, tentunya menyulitkan warga untuk mendapatkan informasi seputaran Covid-19.

Menanggapi keluhan ini, tentu harus ada langkah kongkrit yang kita lakukan. Yang tercepat adalah, kita akan segera gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Satgas Covid-19 untuk mempertanyakan itu,” ujar Mangatas.

Tak hanya keluhan warga dan Pers, secara pribadi Mangatas juga merasakan hal yang sama.

Padahal, menurutnya, data sebaran Covid-19 harus dibuka luas guna mengedukasi warga untuk menghindari perjalanan ke daerah-daerah sebaran Covid-19.

“Kalau kita misalnya sudah tau di suatu daerah itu sebaran Covid-19-nya ada, kita-kan sudah bisa menunda bepergian ke sana. Ini, kita tidak tau Covid-19 itu sebarannya dimana saja apalagi masyarakat awam,” keluh Mangatas.

Dia juga meminta Satgas Covid-19 Toba tidak main-main dalam menangani penyebaran virus mematikan ini.

Mengingat dana yang tersedia jumlahnya sangat besar, Mangatas berharap, hak masyarakat berupa keterbukaan publik seputar Covid-19 harus dipenuhi.

“Saya juga kemarin sudah pernah komplain kepada mereka karena kesulitan mendapatkan informasi sebaran Covid-19. Saya jadi berfikir seperti ada sesuatu yang disembunyikan. Semoga lewat RDP nanti, kita akan mendapatkan jawaban lebih akurat dari mereka,” pungkas Mangatas.

Kadis Kesehatan Toba Juliwan Hutapea, ketikan dikonfirmasi Waspada, Sabtu (23/1) mengakui pihaknya tidak pernah menutup-nutupi data sebaran Covid-19.

“Sesuai tupoksi, kami setiap hari selalu mengirimkan data sebaran Covid-19 kepada Dinas Kominfo selaku bagian publikasi. Data biasanya kami kirimkan antara pukul 14.00 hingga pukul 15.00 Wib. Sementara kami dinas kesehatan bekerja lebih kepada penanganannya saja,” tegas Juliwan. (a36)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2