Waspada
Waspada » DPD Partai Golkar dan AMPI Kota Tebingtinggi Kecam  Perkataan H Syamsul Bahri
Sumut

DPD Partai Golkar dan AMPI Kota Tebingtinggi Kecam  Perkataan H Syamsul Bahri

Basyaruddin Nasution, foto bersama DPD Partai Golkar Dan AMPI Tebingtinggi, di Kantor Golkar Tebingtinggi.Waspada/Kristian Brahmana
Basyaruddin Nasution, foto bersama DPD Partai Golkar Dan AMPI Tebingtinggi, di Kantor Golkar Tebingtinggi.Waspada/Kristian Brahmana

TEBINGTINGGI (Waspada) : DPD Partai Golkar Kota Tebingtinggi, mengutuk perkataan, anggota DPRD Tebingtinggi, H Syamsul Bahri, yang mengatakan di salah satu media massa yang berbunyi,” saya minta DPRD Tebingtinggi untuk menyurati DPW dan DPP Partai Golkar, karena Ketua DPRD Tebingtinggi yang berasal dari Partai Golkar tidak mau menandatangani surat tersebut, karena ia menilai AKD itu tidak sah dan cacat hukum”, Rabu  (29/1).

Menurut Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Padang Hilir, Edi Munajat, ucapan dan sikap H Syamsul Bahri, tidak ada alasannya untuk mengadukan persoalan ini ke Golkar Sumut, ataupun Golkar Pusat, karena sama sekali tidak ada hubungannya, dan tidak sepantasnya H Syamsul Bahri, yang notabene adalah anggota DPRD dari Partai PAN, mencampuri Partai Golkar, apabila mau mencampuri urusan Partai Golkar, silahkan masuk kemari, karena Partai Golkar selalu terbuka, ucapnya.

Hal senada juga disampaikan seluruh Ketua PK, Partai Golkar se Tebingtinggi, H Syamsul Bahri, tidak perlu mencampuri kami, urus saja urusan mu sendiri, dan kami secara penuh menyatakan dukungan kepada Ketua DPD Partai Golkar Kota Tebingtinggi, Basyaruddin Nasution, yang juga Ketua DPRD Tebingtinggi, dalam segala kebijakan, sekaligus dalam menyelesaikan permasalahan yang ada saat ini, kata mereka.

Ketua Satkar Ulama Kota Tebingtinggi, Rahmat Halim Batubara, sangat menyayangkan dan tersinggung atas pernyataan H Syamsul Bahri, yang dimuat disalah satu media massa, yang mencampuri urusan Partai Golkar Kota Tebingtinggi, dan secara tegas mengecam pernyataan tersbut, ujarnya.

Ketua Kosgoro 1957, Kota Tebingtinggi, Syaifullah Ritonga, didampingi oleh Sekertaris, Saswa Ginting Syaifullah Ritonga, juga menekankan kepada saudara, H Syamsul Bahri (Ujang), jangan di urusi urusan Partai lain, urus saja Partai mu sendiri, tegasnya.

DPD AMPI Kota Tebingtinggi, juga mengutuk sangat keras pernyataan saudara H Syamsul Bahri, dan mereka juga mengingatkan jangan pernah mencoba ikut campur urusan Partai Golkar, karena kami selalu berada dan siap mendampingi seluruh kader Partai Golkar dalam segala hal, apalagi coba coba mengganggu Ketua AMPI, Basyaruddin Nasution, yang juga Ketua Golkar, dan Ketua DPRD Tebingtinggi, seluruh Kader AMPI menyatakan siap mengawal Golkar dari segala arah, jelas mereka.

Sekertaris Partai Golkar Kota Tebingtinggi, Mahyan Zuhri, mengatakan tetap mendukung upaya upaya, Ketua DPRD Kota Tebingtinggi, Basyaruddin Nasution, yang saat ini sedang menunggu keputusan dari Biro OTDA, Sumatera Utara, maupun Departemen Dalam Negeri.

Sambungnya, berbeda pendapat dalam berpolitik itu hal biasa, namun saya berharap ketika nanti ada putusan yang mengikat, mempunyai landasan yang kuat, hendaknya semua pihak menghormati, ujar Mahyan Zuhri.

Semua dukungan yang berasal dari Ormas, (Kosgoro 1957, Satkar Ulama, AMPI, Al Hidayah, HWK), serta Dewan Pertimbangan Partai Golkar Tebingtinggi, dan seluruh PK Partai Golkar, Pimpinan rayon AMPI Kota Tebingtinggi, ditujukan kepada Basyaruddin Nasution, selaku Ketua Golkar dan Ketua AMPI Kota Tebingtinggi, agar tetap semangat dan istiqomah dalam memimpin lembaga DPRD Kota Tebingtinggi.

Ketua DPRD Kota Tebingtinggi, Basyaruddin Nasution, sekaligus Ketua DPD Partai Golkar dan AMPI Kota Tebingtinggi, mengucapkan terimakasih atas support yang telah diberikan oleh seluruh pihak di dalam Partai Golkar dan AMPI, saya akan terus berjuang untuk kita semua, kata Basyaruddin Nasution.

H Syamsul Bahri, saat dikonfirmasi Waspada, mengatakan silahkan saja keberatan, saya saat itu berbicara di forum, dan saya tidak ada maksud lain maksud saya hanya menanyakan, karena kami kurang lebih sudah 4 bulan hanya makan gaji buta, ujarnya.(Ckb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2