P.SIDIMPUAN (Waspada) : Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel) bersama mahasiswa melakukan penelitian pengembangan cerita rakyat sebagai bahan ajar berbasis kearifan lokal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UM Tapsel, Nikmah Sari Hasibuan, M.Pd, selaku Ketua Tim Peneliti dan Dr Husniah Ramadhani Pulungan, S.Pd, M.Hum selaku anggota peneliti, Kamis (10/10/202), mengadakan penelitian pengembangan bahan ajar cerita rakyat tersebut berlangsung selama 6 bulan yakni dari Juli sampai Desember 2024.
Program pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal melalui pendekatan inovatif menggunakan media komik online berbantuan aplikasi Canva, ucap Nikmah Sari Hasibuan, melibatkan 4 mahasiswa yakni Anis Pitria Hutabarat dan Cindy Azelrta dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UM Tapsel, serta Angga Wahyudi dari Prodi Teknologi Informasi yaitu Angga Wahyudi, serta Nanda dari Prodi Agroteknologi.
“Kolaborasi penelitian ini didanai oleh Hibah DRTPM (Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat) dan merupakan bagian dari upaya pemerintah guna mendorong sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengatasi berbagai tantangan di lapangan,” tuturnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Mandailing Natal itu, lanjut Nikmah, bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan cerita rakyat menggunakan Metode Marsali sebagai bagian dari kearifan lokal. Marsali yang artinya meminjam merupakan salah satu budaya Mandailing yang merefleksikan sikap tolong-menolong.
“Marsali digunakan untuk memudahkan pelajar dalam memahami cerita rakyat yang dikenal dengan tradisi lisan dan minim dokumentasi tertulis. Oleh karena itu, agar nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada cerita rakyat Mandailing Natal terdokumentasi dan dapat diterima oleh generasi Z, maka dibutuhkan adanya pengembangan bahan ajar dalam bentuk komik online Canva,” ungkapnya.
Menurutnya, pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal yang diteliti itu bertujuan agar cerita rakyat Mandailing Natal dapat lebih mudah diterima dan mudah dipahami oleh generasi Internet of Thing (IoT) dewasa ini. Generasi muda dapat menemukan bahan ajar yang bersifat kreatif, inovatif, interaktif, dan mudah diakses pada penyajian cerita rakyat tersebut.
“Cerita rakyat merupakan salah satu warisan budaya yang penting bagi masyarakat Mandailing. Kami ingin bahan ajar ini tidak hanya sekadar mengajarkan sejarah dan budaya tetapi juga menarik perhatian pelajar agar lebih menyukai literasi lokal”, ujar Nikmah Sari Hasibuan.
Tim Peneliti yang terdiri dari 2 dosen dan 4 mahasiswa, ungkapnya, sudah terlebih dahulu mencari data di lapangan terkait dengan tradisi Marsali. Pencarian data ini dilakukan dengan wawancara terhadap masyarakat Mandailing yang berperan aktif dan terlibat pada kegiatan Marsali di masanya. Selain itu, tim peneliti juga mengumpulkan cerita rakyat Mandailing lainnya sewaktu melaksanakan penelitian di lapangan.
Pengembangan bahan ajar cerita rakyat Mandailing Natal secara digitalisasi melalui komik online yang dibuat menggunakan Canva, ujar, Nikmah, selain memudahkan visualisasi cerita rakyat, juga untuk lebih mudah disebarluaskan kepada masyarakat, khususnya kepada siswa SD dan SMP sederajat di Mandailing Natal.

Dr. Husniah Ramadhani Pulungan, S.Pd., M.Hum selaku anggota tim peneliti menegaskan bahwa penelitian tersebut bertujuan untuk menarik minat generasi Z dalam mempelajari kearifan lokal berupa cerita rakyat yang terdapat di Mandailing Natal dengan berwujud komik online .
Pada komik online tersebut, ungkapnya, mahasiswa yang terlibat dalam penelitian itu, tidak hanya melaksanakan metode Marsali, tapi juga menonjolkan elemen-elemen budaya Mandailing seperti tradisi dan keindahan alam daerah. “Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar tentang cerita rakyat tetapi juga mengenal lebih dalam budaya dan kearifan lokal,” ujar Husniah.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Peneliti UM Tapsel berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi budaya serta mendorong generasi muda agar semakin mencintai dan melestarikan kearifan lokal.
“Kegiatan penelitian ini juga menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam mengembangkan pendidikan yang relevan menurut kebutuhan masyarakat sekitar,” tuturnya.
Langkah kreatif tim peneliti UM Tapsel dalam mengintegrasikan teknologi dengan kebudayaan lokal mendapat apresiasi dari pemerintah setempat dengan harapan agar bahan ajar itu dapat digunakan sebagai salah satu referensi resmi di sekolah agar siswa yang dapat belajar dan memahami cerita rakyat Mandailing melalui pendekatan yang lebih menarik dan modern.
Salah seorang siswa SD yang hadir dalam penelitian pengembangan bahan ajar cerita rakyat tersebut mengatakan, inovasi pengembangan cerita rakyat sangat bermanfaat bag pelajar, karena memperkenalkan budaya lokal dengan cara yang lebih modern dan menyenangkan.
“Meski masih banyak kekurangan kami dalam mendesain melalui Canva, tetapi dengan cara ini kami dapat mengembangkan bakat kami dan mungkin akan berguna di masa depan,” katanya. (a39).
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.