Dosen IAIN PSP Ciptakan Media Teknologi Pembelajaran APMOL

  • Bagikan

P.SIDIMPUAN (Waspada) : Dosen institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan gelar Focus Group Discussion (FGD) atas hasil penelitian pengembangan media teknologi pembelajaran geometri molekul berbasis augmented reality menggunakan unity 3D dan JMOL berupa terciptanya media teknologi pembelajaran Aplikasi Molekul (APMOL).

FGD yang digelar di Aula Biro IAIN Padangsidimpuan, Jl.HT.Rizal Nurdin, Sihitang, Padangsidimpuan, Sabtu (20/11) menghadirkan Prof. H. Zainal Arifin Hasibuan PhD dan Dra.Misdawati MSi sebagai nara sumber secara virtual dengan peserta guru, mahasiswa dan siswa.

Tim peneliti pengembangan media teknologi pembelajaran geometri molekul berbasis augmented reality menggunakan unity 3D dan JMOL yang terdiri dari Dr.Lely Hilda MSi Dra. Hj.Tatta Herawati Daulae MA dan Dra.Rasiman Lubis MPd memulai penelitiannya sejak Juni sampai November 2021.

Ketua Tim Peneliti Dr.Lely Hilda MSi yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Padangsidimpuan menjelaskan penelitian bertaraf nasional tersebut dananya bersumber dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) IAIN Padangsidimpuan Tahun 2021.

Sebagai hasil dari penelitian selama sekira 6 bulan tersebut, ucap Dr.Lelya Hilda telah menghasilkan media teknologi pembelajaran yang diberi nama APMOL.”Aplikasi ini mengkonkritkan yang abstrak,” ujar Lelya Hilda sambil memperagakan cara kerja aplikasi APMOL tersebut.

Untuk dapat menggunakan aplikasi AMPOL itu, paparnya, harus terlebih dahulu di download melalui https://bit.Iy/3EDQrPb.Cara kerjanya cukup sederhana yakni menscan tulisan molekul melalui APMOL. Hasilnya gambar molekul 3 Dimensi (3D) disertai keterangan.

Aplikasi molekul yang tercipta atas hasil penelitian dibidang kimia dengan memanfaatkan teknologi, ungkap Lelya Hilda telah diperagakan atau diperkenalkan pada siswa dan guru SMAN Depok, Jawa barat, SMA Nurul Ilmi Padangsidimpuan, MAN 2 Model Medan dan SMA Negeri Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Menurutnya, hasil penelitian pengembangan media teknologi pembelajaran geometri molekul berbasis augmented reality menggunakan unity 3D dan JMOL tersebut sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan terutama bagi siswa dalam mempelajari dan menggali ilmu pengetahuan.

“Modul dan buku pembelajaran APMOL nantinya akan diberikan kepada sejumlah sekolah guna untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan di tingkat SMA sederajat,” tuturnya.

Ditanya tentang pengembangan aplikasi molekul yang mampu mengkonkritkan yang abstrak tersebut, Lelya Hilda menjelaskan kedepan akan mengembangkannya untuk pelajaran biologi

Dr.Lelya Hilda yang rutin melakukan penelitian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sebelumnya telah melakukan penelitian terhadap kotoran ternak sapi yang menghasilkan energi berupa renewble enegy u biogas.(a39).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *