DLH Sumut : Kita Akan Tindak Pabrik PT MASJ

  • Bagikan

Aek Kanopan (Waspada): Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang turun dalam memenuhi undangan dari Komisi D DPRD Sumut ke Labuhanbatu Utara dalam agenda kunjungan kerja ke beberapa perusahaan penghasil limbah, menemukan beberapa perusahaan yang sistem pengelolaan instalasi limbahnya belum memenuhi standar lingkungan hidup.

Dugaan buruknya sistem pengelolaan limbah, salah satunya ditemukan DLH Sumut dan Komisi D DPRD Labura di Pabrik Kelapa Sawit PT Multi Agro Sumatera Jaya yang beroperasi di Huta Godang Desa Pulo Dogom Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Kepala Dinas DLH Sumut, dr Tengku Amri M Kes, melalui Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Tedi Supriatna mengakui jika dalam kunjungan kerja mereka ke Pabrik MASJ menemukan banyak persoalan terkait penataan sistem pengelolaan limbah.

“Hasil kunjungan lapangan kali ini, kendati singkat karena terbatas waktu, namun setidaknya kita menemukan beberapa persoalan yang kurang baik terhadap pengelolaan limbah di pabrik MASJ, secara rincinya nanti akan kita pelajari dan dicermati setelah seluruh perizinan pengelolaan limbah pabrik kita terima dari perusahaan,” ucapnya.

Tedi Supriatna juga menegaskan setelah mempelajari dokumen dari DLH Kabupaten Labura dan data lapangan serta temuan dari Komisi D DPRD Sumut, berkeyakinan bahwa tindakan administratif dapat diberikan kepada perusahaan.

“Sesuai janji di dalam pertemuan bersama tadi, pihak perusahaan harus memberikan seluruh perizinan terkait pengelolaan limbah dan upaya nyata yang telah dilakukan perusahaan dalam perbaikannya, namun hingga kini kita belum ada menerima data apapun dari pihak perusahaan,” jelasnya di Cafe Batik Aek Kanopan, Jum’at malam (27/8), seusai kunjungan ke Pabrik PT SSL Kualuh Selatan.

Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Sumut ini juga menjelaskan akan buruknya sistem pembuangan gas emisi dari cerobong asap boiler pabrik di PT MASJ.

“Sama-sama kita melihat tadi, bagaimana pekatnya asap yang keluar dari cerobong pabrik yang berlangsung cukup lama. Mestinya, sesuai standarnya pembuangan gas emisi itu hanya diawalnya saja yang pekat, sekitar 5-10 menit pada pembuangan awal, setelah itu akan normal dengan warna asap berwarna putih, namun tadi kita menemukan dalam waktu yang cukup lama asap hitam pekat tetap keluar dari cerobong asap boiler pabrik,” jelasnya.

“Secara kasat mata, dapat kita simpulkan, bahwa sistem pengelolaan pada cerobong asap pembuangan gas emisi tersebut kemungkinan tidak memenuhi standard pabrik, dan tentunya hal tersebut dapat mencemari udara sekitar, nanti jika ada waktu dan kalaw diperlukan kita akan uji ambien udara di lokasi pabrik,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Tedi Supriatna bersama Kadis DLH Sumut dr Tengku Amri M Kes menegaskan, bahwa dalam waktu dekat ini akan segera mengeluarkan tindakan berupa sanksi administratif kepada pihak pabrik PT MASJ Desa Pulo Dogom.

“Dalam waktu dekat, mungkin dalam minggu ini, kita akan mengeluarkan sanksi administratif kepada pihak pabrik PT MASJ, namun akan kita pelajari terlebih dahulu, sanksi admistratif apa tepat untuk kita jatuhkan kepada pabrik PT MASJ, hasilnya nanti akan kita beritahukan,” tegas Tedi. (Cim).

Keterangan foto : Terlihat asap hitam pekat yang keluar secara terus menerus dari cerobong asap pembuangan gas emisi dari boiler pabrik PT MASJ Desa Pulo Dogom, Labura, Jum’at (27/8).waspada/Ilyas Munthe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *