Divisi Hukum FBT-MO Harap Polres Pakpak Bharat Tidak Tebang Pilih

Divisi Hukum FBT-MO Harap Polres Pakpak Bharat Tidak Terkesan Tebang Pilih

  • Bagikan
Ketua Divisi Hukum dan sejumlah anggota tim pemenangan pasangan calon Bupati Pakpak Bharat dari nomor urut 1 saat beraudensi di Mapolres Pakpak Bharat, Kamis (12/11). Divisi Hukum FBT-MO harap Polres Pakpak Bharat tidak terkesan tebang pilih. Waspada/Warikam Boangmanalu
Ketua Divisi Hukum dan sejumlah anggota tim pemenangan pasangan calon Bupati Pakpak Bharat dari nomor urut 1 saat beraudensi di Mapolres Pakpak Bharat, Kamis (12/11). Divisi Hukum FBT-MO harap Polres Pakpak Bharat tidak terkesan tebang pilih. Waspada/Warikam Boangmanalu

PAKPAKBHARAT (Waspada): Divisi Hukum FBT-MO Harap Polres Pakpak Bharat Tidak Terkesan Tebang Pilih. Ketua Divisi Hukum dan sejumlah anggota tim pemenangan pasangan calon Bupati Pakpak Bharat dari nomor urut 1, Franc Bernhard Tumanggor yang berpasangan dengan Mutsyuhito Solin, audensi ke Mapolres Pakpak Bharat.

Audensi yang dipimpin oleh Ketua Divisi Hukum Pemenangan FBT-MO nomor urut 1, Jonner Nadeak, SH beserta anggota, diterima oleh Kapolres Pakpak Bharat diwakili Wakapolres Kompol Elisa Sibuea, S.Sos, di Aula Mapolres Pakpak Bharat, Sindeka Salak, pada Kamis (12/11).

Ketua Divisi Hukum Tim Pemenangan FBT-MO, Jonner Nadeak, SH, Kamis (12/11) menilai Polres Pakpak Bharat yang dipimpin oleh AKBP Alamsyah P. Hasibuan, SH, MH, selama ini masih bekerja secara profesional dalam menangani sejumlah kasus di Wilkum Polres Pakpak Bharat. Namun melihat penanganan sejumlah kasus belakangan ini, dirinya menilai Polres Pakpak Bharat dalam menangani laporan warga, terkesan tebang pilih.

“Kami minta pihak Polres Pakpak Bharat agar segera menyelesaikan kasus pelaporan dari Tim FBT-MO, karena sepengetahuan dan perasaan kami saat ini, giliran laporan pengaduan dari kami, ada kesan prosesnya lamban, tapi kalau laporan pengaduan dari tim sebelah, langsung diproses dan dilakukan penangkapan serta penahanan. Jadi kami berharap agar laporan pengaduan dari kami supaya segera diproses sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polres Pakpak Bharat bisa tetap terjaga,” kata Jonner Nadeak.

Guna menjaga dan meningkatkan rasa kepercayaan dan profesionalisme Kepolisian tersebut di tengah-tengah masyarakat, Jonner Nadeak berharap agar segera menangkap para pelaku dan memproses seluruh laporan yang masuk sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia secara adil sehingga tidak terkesan tebang pilih di mata masyarakat apalagi dalam situasi tahapan Pilkada ini.

Jonner Nadeak mempertanyakan perkembangan kasus sejumlah laporan pengaduan seperti laporan pengaduan dugaan tindak pidana penganiayaan yang menimpa Riston Moi Tumangger, warga Desa Kuta Tinggi dengan bukti laporan LP/62/2020/PB/SPKT, laporan dugaan tindak pidana pengeroyokan dan pengancaman yang dilaporkan oleh Hengki A. Solin dengan bukti laporan Nomor: LP/67/XI/2020/PB/SPKT,

Kemudian laporan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang menimpa Jabat Bancin, dengan bukti laporan LP/68/XI/2020/PB/SPKT, laporan dugaan pengrusakan secara bersama-sama yang dilaporkan oleh James Parulian Situmorang dengan STPLP/57/IX/2020, laporan dugaan kasus penganiayaan yang menimpa Gayam Berutu dengan bukti laporan laporan nomor: LP/65/x/2020 dan sejumlah laporan lainnya.

Kapolres Pakpak Bharat melalui Wakapolres Pakpak Bharat, Kompol Elisa Sibuea, Kamis (12/11), saat audensi mengatakan, akan memaksimalkan proses penyidikan di tengah keterbatasan jumlah personel. Karena terbatasnya jumlah personel di Polres Pakpak Bharat, Wakapolres Pakpak Bharat mengatakan bila diperlukan, kemungkinan akan melimpahkan sebagian kasus tersebut ke Polda Sumut.

Wakapolres Pakpak Bharat, Kompol Elisa Sibuea S.Sos juga mengapresiasi audensi dari Tim FBT-MO ini dalam mempertanyakan proses hukum yang telah dilaporkan tersebut dengan langkah adem dan berlangsung dengan damai tanpa melibatkan banyak orang atau massa pendukung. Artinya kedatangan tim FBT-MO melalui audensi tersebut tentunya tercipta sesuai dengan imbauan protokol kesehatan yang tidak melibatkan kerumunan orang.

“Percayalah bahwa kami dari Polres Pakpak Bharat netral, sementara personel penyidik jumlahnya terbatas hanya 11 personel. Tapi kami akan terus berupaya untuk menangani kasus-kasus ini semaksimal mungkin,” terang Wakapolres.

Untuk itu Wakapolres Pakpak Bharat mengharapkan masyarakat dan pendukung para paslon agar secara bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terpancing isu-isu yang tidak bertanggung jawab sehingga proses Pilkada yang berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang bisa berjalan aman, lancar dan kondusif.(a.35).

 

  • Bagikan