Waspada
Waspada » Dituduh Curi HP Bocah Piatu 14 Tahun Dianiaya 5 Orang
Sumut

Dituduh Curi HP Bocah Piatu 14 Tahun Dianiaya 5 Orang

MERANTI, Asahan (Waspada): Dituduh mencuri telepon genggam (HP-red), bocah piatu (tanpa ibu) dianiaya lima orang dengan cara dimasukkan dalam karung, dipukul dan ditempel besi panas.

Ayah korban AP, warga Desa Serdang, Kec Meranti, saat ditemui Waspada (12/8) di kediamannya, mengatakan bahwa semula anaknya tinggal sendiri di rumah, karena dirinya sedang merantau di Samosir, sedangkan ibunya sudah lama meninggal, dan abangnya juga ikut merantau. Menurutnya awal kejadian Selasa (4/8) malam anaknya lagi berada di Warnet, dan dituduh mengambil HP milik WM, sehingga dilakukan pengeledahan.

“Tidak sampai disitu, waktu anak saya pulang ke rumah sekitar pukul 00.00 WIB, WM bersama empat rekannya datang masuk ke rumah secara paksa, dengan mencongkel jendela, dan menganiaya anaknya, kemudian dimasukkan dalam karung dibawa ke simpang tidak jauh dari rumahnya untuk dipukuli dan diintrogasi,” jelas AP.

AP mengatakan, anaknya juga ditempel besi panas mengalami luka bakar di tengkuk, dan hidung berdarah. Namun anaknya tidak mengaku mengambil HP.

“Tuduhan itu tidak terbukti. Saya akui anak saya agak bandal, dan pernah mencuri, tapi dia mengaku. Namun dalam hal ini saya yakin anak saya jujur tidak mencuri,” jelas AP.

AP juga mengakui memang ada perdamaian, namun dirinya menolaknya dan melakukan proses hukum dengan melapor ke Polres Asahan dengan No: STPL/352/VIII/2020/SU/RES-ASH, tertanggal 6 Agustus 2020.

“Kami mau masalah ini diproses hukum,” jelas AP.

Sedangkan di lain tempat Kades Serdang Guntur Gunawan didampingi Kapos Meranti Polres Asahan Aiptu S Rizal, ditemui Waspada, mengakui kejadian itu, dan pihaknya sudah berupaya melakukan perdamaian, namun karena semula ayahnya masih merantau, ada kesepakatan antara WM dan rekan-rekannya dengan perwakilan keluarga AP.

“Namun saat ayahnya pulang, ayahnya tidak terima perdamaian itu karena terlalu berlebihan dalam menganiaya anaknya,” jelas Guntur.

Namun demikian sampai saat ini dirinya terus berupaya agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan oleh dua belah pihak keluarga, karena bila melihat garis keturunan masih ada tutur keluarga.

“Kita akan terus berupaya, karena diantara pelaku masih sekolah tingkat SLTA dan mahasiswa,” jelas Guntur. (a02/a19/a20)

Waspada/Sapriadi
AP memperlihatkan bekas luka bakar di tekuk anaknya karena luka bakar akibat besi panas, karena dituduh mencuri HP.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2