Waspada
Waspada » Distribusi Program Berkeadilan, Ekonomi Tapsel Tumbuh Positif
Ekonomi Sumut

Distribusi Program Berkeadilan, Ekonomi Tapsel Tumbuh Positif

SYAHRUL M. Pasaribu saat menjadi narasumber Musrenbang Tapsel tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi Tapsel meningkat positif berkat distribusi program berkeadilan. Waspada/Sukri Falah Harahap
SYAHRUL M. Pasaribu saat menjadi narasumber Musrenbang Tapsel tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi Tapsel meningkat positif berkat distribusi program berkeadilan. Waspada/Sukri Falah Harahap

SIPIROK (Waspada): Di saat pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Sumatera Utara mengalami penurunan akibat Pandemi Covid-19 di tahun 2020, justru Tapanuli Selatan tetap mengalami pertumbuhan positif meskipun tidak sebesar tahun sebelumnya.

Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Tapsel tahun 2020 meningkat sebesar 0,39. Berbanding terbalik dengan Provinsi Sumatera Utara yang turun menjadi minus (-) 1,07 dan nasional juga turun menjadi -2,07.

Syahrul M. Pasaribu, Bupati Tapsel periode 2010-2015 dan 2016-2021, menyampaikan itu pada saat menjadi narasumber Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tapsel tahun 2020 di Sipirok, Senin (30/3).

Dijelaskan, ada berbagai indikator yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi positif itu terjadi. Antara lain berkat pembangunan berkeadilan/merata yang dialokasikan berkat perencanaan pembangunan yang baik dan tepat sasaran.

Pemerataan pembangunam itu juga bukan hanya berpengaruh terhadap pertumbuham perekonomian, tetapi juga terhadap pemerataan persebaran penduduk. Tahun 2020, persebaran penduduk Tapsel nomor dua terbaik di Sumatera Utara.

“Persebaran penduduk dan pertumbuhan ekonomi ini merupakan dua indikator gini ratio, yang menjadi ukuran pemerataan pembangunan dan dampaknya,” kata Syahrul.

Dalam kesempatan itu, Syahrul juga menjelaskan bahwa pada tahun 2020 atau saat dia masih menjabat Bupati Tapsel, terjadi penurunan angka kemiskinan dari 8,60 persen di tahun 2019 turun menjadi 8,47 persen. Tapsel satu-satunya daerah kabupaten dan kota se Tabagsel yang mengalami penurunan angka kemiskinan.

 

Timpang

Usai memaparkan materi di Musrembang Tapsel tahun 2022, Waspada.id menanyakan apa tanggapan Syahrul tentang pendapat beberapa orang yang menyatakan pembangunan di Tapsel tidak merata alias tebang pilih.

Menjawab ini, Syahrul sambil tersenyum menyebut pendapat tersebut mungkin muncul dari pantauan lewat kacamata kuda. Atau pendapat yang berpedoman pada satu sudut pandang saja.

“Atau mungkin juga mereka melihat dari sudut pandang sama rata dan sama rasa, satu faham yang sangat bertentangan dengan Pancasila itu,” katanya.

Syahrul menjelaskan, tahun 2020 ekonomi Tapsel masih dapat tumbuh. Itu artinya, program pembangunan yang dijalankan selama ini sudah menyentuh seluruh daerah, walaupun belum memuaskan semua rakyat Tapsel.

“Jika ada tebang pilih, tentunya pertumbuhan ekonomi tidak akan meningkat. Ini justrru meningkat dan BPS yang menilainya, lembaga negara yang kompeten di bidang itu,” jelas Syahrul.

Dijelaskannya, melihat pemerataan pembangunan itu bukan dengan membandingkan hotmix jalan perkotaan dengan desa. Tetapi harus dilihat berdasarkan skala prioritas dan itu telah terpenuhi.

“Misalnya jalan ke pelosok Kecamatan Aek Bilah, dari yang tadinya hanya jalan tikus, kita buka menjadi jalan baru sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat,” jelasnya.

Kemudian dari jalan tanah di Kecamatan Muara Batangtoru dan Saipar Dolok Hole menjadi jalan aspal ataupun hotmix. Kemudian dari tidak ada kantor desa, saat ini seluruh desa sudah memiliki kantor permanen.

Terakhir Syahrul berpesan, melihat sesuatu itu harus secara menyeluruh atau komprehensip dan jangan sepotong-sepotong.

“Jangan hanya melihat kebutuhan satu kecamatan saja. Lihat juga prioritas pembangunan di kecamatan lainnya. Jangan komentarnya seperti katak di bawah tempurung,” pesan Syahrul. (a05)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2