Dirujuk ke RS Pirngadi, PDP Asal Tapteng Meninggal Dunia
banner 325x300

Dirujuk Ke RS Pirngadi, PDP Asal Tapteng Meninggal Dunia

  • Bagikan
Bupati Tapteng didampingi Kapolres, Dandim 0211/TT, Ketua DPRD Tapteng, Direktur RSUD Pandan saat menyampaikan keterangan pers terkait satu warga Tapteng berstatus PDP meninggal dunia di RS Pirngadi Medan. Waspada/Haris Sikumbang
Bupati Tapteng didampingi Kapolres, Dandim 0211/TT, Ketua DPRD Tapteng, Direktur RSUD Pandan saat menyampaikan keterangan pers terkait satu warga Tapteng berstatus PDP meninggal dunia di RS Pirngadi Medan. Waspada/Haris Sikumbang

TAPTENG (Waspada) : Satu orang warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang sebelumnya dilaporkan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Coronavirus Disease (COVID-19) meninggal dunia, Rabu (8/4) sekira pukul 02.00 Wib, di Rumah Sakit Pirngadi Medan.

“Ini musibah bagi kita semua, kita berdoa semoga kasus ini menjadi yang pertama dan terakhir di Tapteng,” kata Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam konferensi pers, Rabu (8/4) di kantor Bupati Jln FL Tobing, Pandan.

Dijelaskan Bupati, Almarhumah akan dikebumikan di Kota Medan sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19 yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Terkait hal ini, Bupati Bakhtiar meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik berlebihan, sekalipun hasil Rapid Test menyatakan hasilnya negatif, namun masyarakat diimbau tetap waspada.

“Jaga kesehatan, hindari keramaian, selalu gunakan masker dan sering mencuci tangan. Kemudian jangan keluar rumah untuk hal yang tidak terlalu penting,” imbau Bupati.

Sementara Direktur RSUD Pandan, dr Riki Nelson Harahap menjelaskan, pasien berinisial YA, 23 warga Kecamatan Sosorgadong, Kabupaten Tapteng tersebut sebelumnya ditetapkan sebagai ODP karena memiliki riwayat perjalanan pulang dari daerah pandemi COVID-19 negara Malaysia kurang dari 14 hari.

Pasien dipantau selama 7 hari oleh pihak Puskesmas, namun belakangan, kondisi kesehatannya kurang baik, pasien ada mengalami batuk, deman hingga sesak nafas.

“Pasien juga memiliki riwayat penyakit TB Paru, sudah dilakukan pemeriksaan laboratorium darah lengkap. Selanjutnya berdasarkan hasil Rapid Test Covid menyatakan pasien negatif (Non Reaktif),” ujar Riki Nelson Harahap. (cris/B)

  • Bagikan