Dipungli Selama 6 Tahun, 3 Nakes Mengadu Ke DPRD Pematangsiantar

  • Bagikan
iga tenaga kesehatan (Nakes) mengadu ke DPRD, kena pungutan liar (Pungli) Kepala Puskesmas tempat mereka bekerja selama 6 tahun dan diterima Wakil Ketua DPRD Ronald D Tampubolon (tiga kanan) dan Ketua Komisi I Andika Prayogi Sinaga (dua kanan) di gedung DPRD, Jl. H. Adam Malik, Senin (6/9).(Waspada-Edoard Sinaga)
iga tenaga kesehatan (Nakes) mengadu ke DPRD, kena pungutan liar (Pungli) Kepala Puskesmas tempat mereka bekerja selama 6 tahun dan diterima Wakil Ketua DPRD Ronald D Tampubolon (tiga kanan) dan Ketua Komisi I Andika Prayogi Sinaga (dua kanan) di gedung DPRD, Jl. H. Adam Malik, Senin (6/9).(Waspada-Edoard Sinaga)

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Mengaku kena pungutan liar (Pungli) selama enam tahun, tiga tenaga kesehatan (Nakes) mengadu ke DPRD Kota Pematangsiantar.

Tiga Nakes yang didampingi Penasehat Hukum Boyke Pane, diterima Wakil Ketua DPRD Ronal D Tampubolon dan Ketua Komisi I Andika Prayogi Sinaga di gedung DPRD, Jl. H. Adam Malik, Senin (6/9).

Menurut tiga Nakes itu yang meminta tidak disebut namanya, mereka kena Pungli Kepala Puskesmas tempat mereka bekerja selama enam tahun sejak 2015-2021.

Kepala Puskesmas melakukan Pungli berupa pemotongan dana kapitasi, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan jasa pelayanan serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Menurut tiga Nakes itu, mereka harus menyetor melalui bendahara dan bila tidak disetor, mereka diancam akan ditekan. “Katanya, dia (Kepala Puskesmas) orang kuat, mau bagaimana pun perlakuannya, dia tetap dipertahankan (sebagai Kepala Puskesmas).”

Menjawab pertanyaan mengapa baru sekarang muncul keberanian untuk membuka perlakuan yang mereka alami selama enam tahun, menurut Nakes itu, mereka berani setelah Komisi I DPRD melakukan kunjungan ke Puskesmas tempat mereka bekerja pada Agustus 2021.

Nakes itu juga menyebutkan permasalahan yang mereka hadapi telah dilaporkan kepada Wali Kota, Inspektorat dan Ombudsman Perwakilan Sumut.

Menurut Nakes itu, saat melaporkan permasalahan itu, mereka sebanyak empat orang, namun satu orang lagi tidak bisa ikut ke gedung DPRD, karena sedang menjalani isolasi mandiri akibat terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Mendengar berbagai keluhan Nakes itu, Wakil Ketua DPRD Ronald D Tampubolon menyatakan akan menindaklanjuti permasalahan Nakes itu.

Menurut Ronald, mereka sudah capek kena Pungli dan sudah melakukan berbagai upaya, nantinya akan dikonfirmasi melalui media atas permasalahan itu. “Nanti, hasil konfirmasi itu akan kami bawa ke dalam rapat DPRD. Tapi, kami mengharapkan, kalian dapat mempertanggungjawabkan pernyataan kena Pungli.”

Secara terpisah, Plt Kepala Inspektorat Junaedi A Sitanggang yang dihubungi melalui seluler menyebutkan telah menerima laporan Nakes itu dan sudah ditindaklanjuti.

“Kemarin sudah ditindaklanjuti, namun akibat situasi sekarang ini, para Nakes masih sibuk melakukan 3T (testing, tracing dan treatment) ke lapangan. Jadi, untuk sementara, pemeriksaan kita hentikan,” sebut Junaedi.(a28/C).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.