Waspada
Waspada » Dinsos Batubara Hamburkan Anggaran, Warga Miskin Butuh Bantuan
Sumut

Dinsos Batubara Hamburkan Anggaran, Warga Miskin Butuh Bantuan

 

BATUBARA (Waspada): Kepala Dinas Sosial Kab Batubara dinilai lebih mengutamakan membuat kebijakan penghamburan uang menggelar kegiatan diluar daerah dari pada  memperhatikan membantu masyarakat miskin sebagaimana tufoksinya yang perlu di evaluasi Bupati Batubara.

Seperti melakukan kegiatan Bintek yang digelar di Parapat pada akhir Februari 2021 lalu. Padahal di Kab Batubara banyak tempat untuk mengadakan kegiatan baik hotel, mes dan lainnya,  sehingga kebijakan itu dinilai kontradiktif dan penghamburan anggaran.

Belum lagi masyarakat miskin atau lansia di Batubara masih memerlukan perhatian bantuan baik dalam memenuhi hidup dan mendapatkan rumah layak di masa pandemi Covid-19.
“Ini yang kita tidak ketahui Kadis Sosial membuat kebijakan yang kontradiktif penghamburan anggaran dengan menggelar kegiatan di luar daerah.Terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang berekses terhadap sendi kehidupan masyarakat.

Di sini pula Kadis Sosial keluar daerah menggelar kegiatan. Apa mungkin tidak ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat kepadanya,” tukas Abah Adek salah seorang tokoh pemuda di Batubara  menanggapi hal itu.

Kegiatan Bintek dilaksanakan Dinas Sosial Batubara berlangsung tiga hari dari 23 s/d 25 Februari 2021 disalah satu hotel berbintang di kota turis Parapat.
“Nah jika di total berapa banyak anggaran dihabiskan mulai biaya penginapan, makan/minum dan lainnya.Belum lagi biaya transport pulang pergi,” ujarnya sembari mengatakan jika kegiatan itu di dalam daerah setidaknya ada penghematan.

“Tapi saat ini pemerintah lakukan refocusing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19.Kok dana anggaran dihamburkan keluar daerah menggelar kegiatan,” ujarnya dan berharap Bupati Batubara untuk mengevaluasi kinerja Kadis Sosial Batubara dan menindak tegas bila ditemukan penyimpangan maupun pelanggaran ketentuan Satgas Covid-19. Apakah kegiatan dilakukan keluar daerah tersebut mendapatkan ijin atau tidak.

Abah Adek akrab di sapa ini mengatakan mungkin kebijakannya itu masyarakat miskin atau lansia yang seharusnya dapat terbantu jadi terabaikan.
Salah satunya Nek Maiselamah 86 warga Desa Sukajaya Kecamatan Tanjungtiram mengharapkan bantuan dari pemerintah memperbaiki rumah yang ditempatinya atap bocor dan terancam runtuh.

Apalagi beban hidupnya makin sulit setelah suaminya Mhd.Yunan yang bertugas sebagai muaz’in di masjid meninggal dunia 4 tahun lalu
Sedangkan putranya Hamdan kena gangguan kesehatan tidak bisa ikut melaut lagi dan mengganti pekerjaan sebagai tukang membubul/menyirat pukat yang koyak untuk mendapatkan upah buat menyambung hidup.
Kepala Dinas Sosial Kab Batubara Ishak Liza yang dihubungi Waspada melalui telepon Selasa (9/3) mengaku lagi diluar, setelah dari kantor.

Dan besok ke Medan.”Besok saya ke Medan,”ujarnya sambil menutup telepon.” Aduh.. bagaimananya ini, keluar daerah juga lagi ke Medan. Apa mungkin belum tahu pemerintah kembali perpanjang kebijakan PPKM berskala mikro sebagaimana tertuang dalam instruksi Mendagri No:5 Tahun 2021,” tambah warga.(a18)

Ket gambar:
Nek Maiselamah 86 warga Desa Sukajaya Kec Tanjungtiram tempati rumah bocor menanti ambruk mengharapkan bantuan dari pemerintah.Waspada/Iwan Has

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2