Waspada
Waspada » Dinding RW Proyek PT KAI Retak, 8 Rumah Hancur
Sumut

Dinding RW Proyek PT KAI Retak, 8 Rumah Hancur

RETAINING wall proyek PT KAI di Besitang kondisinya miring dan terancam ambruk. Waspada/Asrirrais

 

BESITANG (Waspada): Pembangunan mega proyek PT Kereta Api Indonesia (KAI) jalur Besitang -Langsa diyakini akan berjalan molor karena konstruksi dinding retaining wall (RW) di sejumlah titik banyak yang retak dan miring.

RW atau tembok penahan tanah yang sudah selesai dibangun sepanjang ratusan meter, khususnya di jalur Simpang Lima, Kel. Pekan Besitang, kondisinya terancam roboh karena di banyak titik mengalami keretakan parah.

Untuk membongkar dan membangun ulang RW ini tentunya akan memakan waktu yang cukup lama. Kondisi yang terjadi di lapangan tentu menjadi hambatan serius bagi akslerasi pembangunan proyek PT KAI Divisi Regional I.

Sejumlah pihak memprediksi, sampai akhir masa jabatan Presiden RI Joko Widodo tahun 2024 mendatang, mega proyek yang menelan anggaran mencapai triliunan rupiah ini tidak akan selesai.

Pantauan Waspada di lokasi proyek, Selasa (23/2), ratusan meter dinding beton penahan tanah di sisi kiri dan kanan jembatan yang baru selesai dibangun mengalami keretakan cukup parah, bahkan kondisi dinding RW sudah sangat miring dan terancam roboh.

Di salah satu titik terlihat dinding beton yang berada di sisi kiri terowongan sudah terbelah dan tinggal menunggu saatnya ambruk.

Tak jauh dari RW tampak salah satu rumah milik warga kondisinya rusak parah diduga akibat terjadi pergeseran tanah pada konstruksi RW.

Bagian pondasi dan dinding batu bata rumah semi permanen itu kondisinya hancur dan tidak dapat lagi ditempati oleh pemiliknya. Pihak kontraktor kabarnya memberikan uang kompensasi kepada warga untuk biaya sewa rumah.

Kondisi yang lebih parah juga terjadi di Lingk IV Simpang Lima menuju arah Desa Bukitmas.

Di lokasi ini, bangunan RW yang berada persis di belakang rumah warga terlihat sudah sangat miring dan tinggal menanti ambruk.

Lurah Pekan Besitang Sabariah saat dimintai Waspada konfirmasinya terkait dampak yang dialami warga akibat proyek ini menyatakan, sesuai data, total rumah yang retak sebanyak 24 rumah dan 8 rumah warga di antaranya rusak berat.

Menurutnya, 8 rumah warga hancur total dan tidak bisa ditempati lagi. Pihak kontraktor, lanjut lurah, memberi konpensasi kepada warga yang terdampak dengan memberikan uang sewa rumah sebesar Rp5 juta per tiga bulan sekali dan ini sudah berjalan selama 1 tahun.

Pemberian uang sewa rumah, lanjut Sabariah, dilakukan kontraktor sebelum adanya ganti untung dari pihak PT KAI (Persero),” ujar lurah seraya menambahkan, terhadap rumah dan tanah warga akan dilakukan pengukur ulang sebelum adanya proses ganti untung. (a10)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2