Waspada
Waspada » Dinas PUPR Diminta Bertindak Cepat Atasi Banjir Di Batubara
Headlines Sumut

Dinas PUPR Diminta Bertindak Cepat Atasi Banjir Di Batubara

TAMPAK salah satu kawasan pemukiman warga di Batubara terendam banjir akibat tingginya curah hujan. Dinas PUPR diminta bertindak cepat atasi banjir di Batubara. Waspada/Iwan Has
TAMPAK salah satu kawasan pemukiman warga di Batubara terendam banjir akibat tingginya curah hujan. Dinas PUPR diminta bertindak cepat atasi banjir di Batubara. Waspada/Iwan Has

LIMAPULUH (Waspada):  Banjir masih menggenangi sejumlah kawasan di Kab Batubara. Warga berharap Pemkab Batubara melalui Dinas PUPR dapat bertindak cepat menurunkan alat berat melakukan normalisasi terhadap sejumlah sungai agar genangan banjir surut.

Di antara kawasan yang masih terendam banjir sebagian terdapat di Desa Air Hitam, Barung-Barung Kec Datuk Lima Puluh dan Padang Genting Kec Talawi. Kendati ketinggian air tidak parah, namun warga merasa risih karena aktivitas mereka menjadi terganggu.

Banjir tidak saja menggenangi pemukiman tempat tinggal, namun areal persawahan dan kebun warga.

“Beginilah kondisinya. Mau bagaimana lagi. Paksakan juga keluar. Kalau tidak, keluarga di rumah bisa terancam,” sebut Ardi, seorang warga ketika melintasi banjir yang masih menggenangi halaman rumahnya untuk pergi keluar bekerja, Rabu (16/9).

Menurutnya, banjir sudah terjadi hampir sepekan sampai sekarang belum sepenuhnya surut. Akibat tingginya curah hujan sehingga sungai meluap tidak mampu menampung debit air yang datang .

Di tambah lagi kondisi parit belum tertata baik dan sebagian diselimuti semak dan tumpat sehingga menghambat kelancaran air. “Ini salah satu faktor memicu genangan banjir bertahan,” ujarnya.

Warga mengaku telah berupaya membersihkan, namun ada titik yang tumpat butuh alat berat membongkarnya karena ditutup gundukan tanah keras dan pohon.

“Beginilah nasib kami rasakan setiap tahun musim hujan, jadi sasaran banjir,” tambah warga Desa Air Hitam dan Barung-Barung.

Hal sama diungkapkan Hasanuddin, akibat banjir, warga terpaksa bekerja ekstra, membentengi pintu rumah dengan goni berisikan tanah agar air tidak sampai masuk ke dalam dan menyelamatkan perabotan rumah ke tempat yang lebih tinggi agar tidak rusak terendam air.

“Nasib baik tidak bersamaan musim pasang laut, sehingga kedalaman banjir tidak parah,” ujarnya dan berharap penanganan segera dilakukan agar banjir surut, sehingga warga dapat leluasa beraktivitas seperti biasa, baik turun ke ladang dan berkebun bercocok tanam.

Banjir menggenangi pemukiman penduduk Desa Padang Genting akibat tingginya curah hujan akhir-akhir ini. Ditambah lagi titik sungai di perbatasan desa tersumbat oleh sisa akar kayu dan pepohonan yang tidak terangkat pada kegiatan pencucian tahun lalu membuat air tertahan.

Perlu penanganan secepatnya dari Dinas PUPR untuk menurunkan alat berat melakukan penggerukan apakah namanya pencucian atau normalisasi sungai agar warga tidak bertambah derita. Sejauh ini belum ada laporan warga yang mengungsi maupun kerusakan akibat banjir.

Sebelumnya, Kades Padang Genting Suhaimi menyebutkan, banjir menggenangi 10 dusun di desanya. Sedangkan jumlah warga terdampak banjir hampir 600 KK.

Lakukan Normalisasi Sungai

Kepala Dinas PUPR Kab Batubara Khairul Anwar yang dihubungi Waspada mengatakan bahwa wilayah Batubara menjadi sasaran banjir kiriman dari daerah atas bila musim penghujan.

Dalam penanganan banjir dilakukan normalisasi sejumlah sungai karena kondisinya sudah dangkal dan sebagian titik tumpat ditutup kayu dan pohon. Salah satunya di Desa Air Hitam diperkirakan dinormalisasi sepanjang 3 Km.

“Banjir melanda Desa Air Hitam dan Barung-Barung berasal dari Pasir Permit, alirannya terus mengarah Sungai Aek Kelubi Desa Padang Genting sehingga normalisasi perlu dilakukan agar air dapat leluasa mengalir ke laut,” ujarnya.

Sedangkan pekerjaan normalisasi mengantisipasi banjir di Desa Padang Genting harus menggunakan alat berat jenis amphibi, tidak bisa yang standard karena kondisi sungai lebar.

“Alat berat yang kemarin bukan untuk bersihkan sungai di Padang Genting karena itu yang standard tidak bisa digunakan. Menunggu jenis amphibi nanti ke sana,” terangnya.

Khairul tidak dapat memastikan kapan pekerjaan normalisasi dilakukan maupun sumber dana yang bakal digunakan, namun yang pasti telah dilakukannya sekarang menutup benteng Sungai Kwala Gunung yang bobol sepanjang 20 meter diterjang banjir kiriman dari daerah atas menyusul tingginya curah hujan.

Akibatnya sejumlah desa sekitar sempat terendam air meliputi Desa Kwala Gunung, Simpang Dolok dan Empat Negeri.

Selain melakukan normalisasi di Desa Empat Negeri, pihaknya juga akan turun ke Desa Kwala Sikasim Kec Sei Balai terkait adanya laporan benteng yang bobol akibat banjir.(a18)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2