Dinas PKH Asahan Sediakan 250 Vaksin Rabies - Waspada

Dinas PKH Asahan Sediakan 250 Vaksin Rabies

  • Bagikan

KISARAN (Waspada): Rabies merupakan mesin pembunuh yang berbahaya, sehingga untuk pencegahan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) lakukan penyuntikan gratis dengan menyediakan 250 dosis vaksin.

Dokter Hewan Dinas PKH drh Irfansyah Batubara, saat vaksinasi Rabies di halaman Kantor Dinas PKH, saat berbincang dengan Waspada, Selasa (28/9), menjelaskan vaksinasi ini dilakukan dalam peringatan Hari Rabies Sedunia, dengan menyediakan 250 dosis.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan baik, hingga pukul 12.00 WIB, sekitar ada 45 ekor kucing yang kita suntik vaksin, sedangkan untuk anjing belum ada,” jelas Irfansyah.

Irfansyah, mengatakan selama 2019-2020 belum ada laporan kasus Rabies, namun demikian untuk pencegahannya dilakukan vaksinasi Rabies kepada binatang peliharaan (kucing dan anjing).

Menurutnya, bila manusia digigit oleh binatang yang mengidap Rabies, tidak ditangani cepat, maka Rabies merupakan mesin pembunuh yang berbahaya.

Virus Rabies terkena binatang, dikarenakan pola hidup binatang yang tidak bersih, dan Rabies ini bisa menularkan ke binatang lainnya. Untuk sementara berdasarkan data, rabies bisa hidup di kucing, anjing dan kera.

“Oleh sebab itu, untuk pencegahan melalui vaksinasi kepada kucing dan anjing. Dan bila ada orang yang tergigit harus mendapat perawatan intensif dan diberi Vaksin Anti Rabies (VAR), namun bila tidak ditangani dengan baik, maka akan menghilangkan nyawa orang terkena Rabies.” jelas Irfansyah.

Zoonosis
Sementara Kadis PKH Kab Asahan drh Yusnani, didampingi Sekretaris Hardiansyah Siregar menambahkan, Rabies adalah salah satu penyakit strategis dunia yang bersifat zoonosis (penyakit yang ditularkan melalui binatang) dengan tingkat kematian yang tinggi.

“Oleh sebab itu, vaksinasi massal ini dilakukan, dengan menyediakan 250 dosis, yang diperuntukkan untuk kucing dan anjing peliharaan masyarakat,” jelas Yusnani.

Untuk menekan angka penyebaran Rabies, kata Yusnani, dibutuhkan peran aktif dan keseriusan berbagai pihak, baik itu masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bebas Rabies 2030.

“Tentunya ini tidak mudah, namun ini bukan hal yang tidak mungkin bila dilakukan dengan bersama-sama. Rabies Facts Not Fear (fakta tentang rabies dan tidak menyebarkan ketakutan mengenai penyakit rabies),” jelas Yusnani. (a02/a19/a20)

  • Bagikan