Waspada
Waspada » Dinas Pertanian Karo Bina dan Tumbuhkan Penangkar Dukung Ketercukupan Benih Kentang
Ekonomi Sumut

Dinas Pertanian Karo Bina dan Tumbuhkan Penangkar Dukung Ketercukupan Benih Kentang

Kadis Pertanian Karo Ir. Metehsa Purba saat dikonfirmasi. Dinas Pertanian Karo bina dan tumbuhkan penangkar dukung ketercukupan benih kentang. Waspada/Panitra Nedy
Kadis Pertanian Karo Ir. Metehsa Purba saat dikonfirmasi. Dinas Pertanian Karo bina dan tumbuhkan penangkar dukung ketercukupan benih kentang. Waspada/Panitra Nedy

TANAH KARO (Waspada): Memenuhi target kebutuhan benih kentang di Kabupaten Karo, Dinas Pertanian Kabupaten Karo melaksanakan kegiatan pembinaan penangkar benih/bibit tanaman hortikultura (Komoditi Kentang).

Kebutuhan benih kentang sekitar 1.000 Kg/Ha, sehingga dibutuhkan benih kentang sebanyak 3.878 ton untuk luas 3.878 Ha pertanaman di Kabupaten Karo. Hal ini terungkap saat percakapan Waspada dengan Kadis Peetanian Karo Ir. Metehsa Karo-karo, Selasa (22/9) di Kabanjahe.

Sampai saat ini ketersediaan benih varietas unggul bersertifikat komoditi kentang belum dapat memenuhi kebutuhan benih secara optimal, baik dari aspek ketepatan varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi maupun harga.

Dengan adanya kegiatan pembinaan penangkar benih/bibit tanaman hortikultura ini diharapkan akan tumbuh berkembang penangkar/produsen atau kelompok penangkar/produsen yang mampu menyediakan benih untuk memenuhi kebutuhan di wilayah masing-masing.

Pasalnya dari 17 Kecamatan Kabupaten Karo, ada 9 Kecamatan yang merupakan sentra tanaman kentang. Antara lain Berastagi, Kabanjahe, Simpang Empat, Merdeka, Dolatrayat, Barusjahe, Tiga Panah, Merek, Naman Teran.
Untuk memenuhi ketercukupan benih ini, Dinas Pertanian Kabupaten Karo membina sejumlah penangkar kentang, namun hasil produksi selama ini belum mampu mencukupi kebutuhan petani.

Sebelumnya, terdapat beberapa penangkar di Kabupaten Karo. Di Desa Samura, Lingga, Kutarayat (dua penangkar), Partibi (dua penangkar), Bukit, namun yang masih berproduksi saat ini ada 5 penangkar yakni 2 penangkar di Desa Partibi, 2 penangkar di Desa Kutarayat, dan satu penangkar di Desa Bukit

Kelima penangkar tersebut sudah memiliki Sertifikat Kompetensi yang dikeluarkan oleh UPT. Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara. Namun karena keterbatasan produksi, benih yang diproduksi sebagian besar masih digunakan untuk kebutuhan anggota kelompoknya.

Dengan menggunakan benih unggul bersertifikat dari penangkar yang ada di Karo, diharapakan dapat meningkatkan produksi tanaman karena benih telah beradaptasi dengan iklim dan mengurangi biaya produksi dan pengurangan biaya transportasi benih.

Petani kentang saat ini, secara umum membeli bibit kentang kotak dan dijadilan semua bibit, dan itu bisa dijadikan sampai 7 kali tanam. Sedangkan bibit kentang lokal (non lebel) tidak dapat dipastikan produksi karena banyak pariabel yang mempengaruhi.

Bibit non sertifikasi (lokal) produksinya sekitar 0.8Kg. Jika bibit kentang bersertifikasi, produksi perbatangnya mencapai 1,2 kg/batang.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penangkar benih dalam pengelolaan produksi benih unggul bersertifikat, sehingga mampu menyediakan benih di tingkat lapangan sesuai dengan azas 6 tepat, tepat varietas, tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu, tepat lokasi dan tepat harga, tandasnya. (a.06)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2